Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Penjaga Batu Hajar Aswad (Foto: Al Arabiya)
Para penjaga dipilih berdasarkan kriteria khusus untuk pekerjaan itu.
Dream - Tiap tahun, ribuan peziarah menjalani perjalanan spiritual ke Tanah Suci, baik berhaji maupun umroh. Setiap tahun para jemaah yang datang ke Masjidil Haram, Mekah, berharap dapat mencium atau menyentuh Hajar Aswad.
Di depan batu yang diperoleh Nabi Ibrahim dari malaikat Jibril itu, berdiri seorang penjaga yang memantau dan membantu peziarah mencapai batu tersebut.
Pejabat keamanan Arab Saudi mengatakan kepada Al Arabiya, terdapat 24 penjaga yang melindungi batu hitam itu. Para penjaga dipilih berdasarkan kriteria khusus untuk pekerjaan itu. Secara fisik, petugas keamanan harus mampu bertahan dalam kondisi panas.

Banyak yang beranggapan Hajar Aswad merupakan batu utuh. Tetapi, sebetulnya, terdapat delapan batu kecil yang dijadikan satu. Batu itu dulunya memang utuh, namun kemudian pecah setelah dicuri.
Hajar Aswad berlokasi di sudut Kabah. Berukuran sekitar, 1,5 meter dari tanah. Dikelilingi rangka yang terbuat dari perak murni.
Hajar Aswad menjadi penanda awal dan berakhirnya tawaf.
Selain para penjaga terdapat, para petugas dari Hubungan Umum Masjidil Haram yang membersihkan Kabah dengan doa pembersih, air mawar, aroma gaharu, dan pembersih yang dibuat khusus. Masjidil Haram juga dibersihkan selama 24 jam melalui alat penyiram.