Cawagub DKI Sandiaga Shalahuddin Uno (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Shalahuddin Uno, merilis dana kampanye mereka. Data yang diungkap ke publik itu merupakan penerimaan dan pengeluaran periode Oktober-Desember 2016.
Dalam masa tiga bulan tersebut, Sandi menyokong 96 persen pembiayaan. Total, pria berlatar pengusaha itu mengeluarkan dana sebesar Rp44,85 miliar. Sementara, Anies menyumbang Rp400 juta.
" Saya belum sampai 1 persen, jadi masih panjang. Kalau Mas Anies saja 10 persen, saya ada beberapa. Tapi persentase belum sampai ke situ," kata Sandi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis 11 Januari 2017.
Meski jumlah tersebut tergolong besar, Sandi mengaku tidak memikirkan apakah dana itu sepadan dengan hasil yang dicapai nanti. Dia tak akan hitung-hitungan soal kontribusi dana.
" Ini bentuk kontribusi saya. Nanya ikhlas, enggak? Saya ikhlas," ucap pria yang kekayaannya lebih dari Rp3 triliun tersebut.
Hingga 31 Desember 2017, Anies-Sandi menerima pemasukan kampanye Rp46,71 miliar. Dari total itu, Rp42,03 miliar sudah dibelanjakan untuk kepentingan kampanye.
Tim bendahara Anies-Sandi telah membuat rincian penggunaan dana tersebut. Dana itu digunakan untuk menggerakkan relawan dan kegiatan lain yang tidak melanggar aturan sebesar Rp14,91 miliar.
Sementara, penyebaran bahan kampanye menelan biaya Rp10,52 miliar dan pertemuan tatap muka dengan warga menghabiskan Rp8,68 miliar.
Advertisement
Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara



Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini