Polisi Kantongi Identitas Penculik Bocah di PGC

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 22 Juli 2015 16:59
Polisi Kantongi Identitas Penculik Bocah di PGC
Polisi kini tengah melalukan pengejaran terhadap pelaku.

Dream - Polisi mengklaim telah mengantongi identitas pelaku penculikan bocah 6 tahun, Syntia di Pusat Grosir Cililitan (PGC). Polisi pun tengah melakukan pengejaran pelaku.

" Kami sudah sangat dekat dengan penculik, identitas pelaku sudah kami kantongi, tapi kami senang akhirnya mereka melepaskan Syntia," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Umar Faruq, Rabu, 22 Juli 2015.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Tejo Yuantoro mengatakan pihaknya telah membuat pemetaan untuk mendeteksi keberadaan pelaku. Menurut dia, saat ini pelaku terdesak dan berada di kawasan Bekasi Barat.

" Mungkin karena ketakutan, akhirnya pelaku melepas Syntia," kata dia.

Sebelumnya, Syntia diculik saat berada di pusat perbelanjaan PGC pada 18 Juli 2015 sekitar pukul 22.00 WIB. Aksi penculikan tersebut sempat tertangkap kamera CCTV yang dipasang di tiap sudut pusat perbelanjaan.

Ayah Sintia, Ridwan merupakan seorang pedagang di PGC. Sintia memang kerap ikut orangtuanya berdagang di pusat perbelanjaan tersebut. Bocah ini pun sudah terbiasa bermain sendiri di sekitar kios orangtuanya di lantai 3.

Tetapi, sang ayah merasakan situasi berbeda waktu penculikan berlangsung. Sebab, Syntia tidak juga kembali menjelang tutup kios. Ridwan pun mencari Syntia tetapi tidak membuahkan hasil.

Ridwan lantas melaporkan anaknya hilang ke Polsek Kramatjati. Petugas Polsek Kramatjati bersama Polres Jakarta Timur segera menanggapi laporan tersebut dengan memeriksa rekaman CCTV.

Rekaman tersebut berisi gambar Syntia bersama seorang pria tidak dikenal yang diduga adalah penculik bocah itu. Rekaman tersebut kemudian tersebar di sejumlah media.

Beberapa hari setelah penculikan, pelaku memutuskan untuk memulangkan Sintia kepada orangtuanya yang tinggal di Jalan Batu Ampar III. Pada 21 Juli 2015 sekitar pukul 05.30, Syntia diantar oleh sopir taksi Blue Bird dengan identitas Sahirin, 38 tahun.

Sahirin mengaku diminta pelaku untuk mengantarkan Syntia dari Giant Bekasi Barat menuju PGC dengan imbalan Rp100 ribu. Sesampai di lokasi, Sahirin kemudian mengantarkan bocah itu ke rumah orangtuanya sesuai petunjuk dari Syntia.

 

Beri Komentar