Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Arab News )
Dream - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) yang mendukung pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Erdogan beranggapan keputusan mengabaikan resolusi PBB itu membuat "kawasan ini masuk ke dalam lingkaran api".
"Hei Pak Trump, apa yang coba kamu lakukan? Jika Trump berkata, 'Saya kuat dan benar,' dia salah," kata Erdogan.
Dilaporkan Arab News, Erdogan berupaya berbicara dengan para pemimpin negara-negara Barat, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, dan Perancis.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki dalam pernyataannya mengecam keputusan AS atas Yerusalem. Kemlu Turki juga menyebut keputusan itu tidak bertanggung jawab.
"Keputusan ini bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB."
Untuk merespons keputusan AS, Erdogan segera menyerukan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk mengadakan pertemuan luar biasa di Istanbul, Turki, pada 13 Desember 2017.
Direktur Riset di Forum Al Sharq di Istanbul, Galip Dalay mengatakan keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel membuat hubungan AS-Turki dan Turki-Israel menjadi semakin panas.
"Secara khusus, hubungan Turki-Israel cenderung memburuk jika terjadi kekerasan di Palestina, dan jika Israel menanggapi dengan cara yang berat," Dalay. (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari