Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengumumkan bahwa negaranya melakukan lockdown selama 15 hari sejak Senin, 16 Maret 2020.
Warga Perancis dilarang berkumpul sejak Selasa, 17 Maret 2020 dan seterusnya. Aktivitas yang dilarang termasuk berjalan ke luar ruangan.
Dilaporkan Business Insider, Macron meminta warga Perancis untuk tidak meninggalkan rumah atau bertemu dengan orang-orang lain. Warga diizinkan keluar hanya untuk bekerja dan mencari pengobatan.
Dia mengatakan, kepada penduduk Prancis untuk menggunakan angkutan umum hanya jika benar-benar diperlukan dan hanya untuk membeli bahan makanan pokok.
Macron mengatakan, orang-orang yang melanggar lockdown akan dihukum.
Macron mengatakan, perjalanan antara Uni Eropa dan negara-negara non-UE akan dibatasi selama 30 hari mulai Selasa siang.
Warga Prancis akan dibebaskan dan harus menghubungi kedutaan lokal mereka jika mereka berada di luar negeri dan ingin kembali ke rumah.
Lebih dari 5.400 kasus COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, telah dilaporkan di Prancis pada Senin. Jumlah korban tewas telah mencapai 127.
Akhir pekan ini, Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe mengatakan negara itu akan menutup sebagian besar toko, restoran, dan fasilitas hiburan untuk menghindari virus corona.
" Saya telah memutuskan untuk menutup semua lokasi yang tidak perlu, terutama kafe, restoran, bioskop, klub malam, dan toko," kata dia.
" Kita harus benar-benar membatasi gerakan kita," ucap dia.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan imbauan ke masyarakat agar bekerja dari rumah dan menghindari kerumunan. Aktivitas yang melibatkan banyak orang diminta untuk ditunda ataupun ditiadakan.
Di media sosial, merebak beberapa praktik social distancing. Praktik ini dikenalkan di Korea Selatan.
Praktik ini didasarkan pada jarak droplet (percikan cairan) yang keluar dari seseorang. Droplet disebut-sebut dapat menularkan virus kepada orang lain.
Teknik social distancing, diduga menjadi cara Korea Selatan untuk menghindari lockdown untuk menekan penyebaran virus corona. Kondisi itu membuat ekonomi di negara itu relatif stabil ketimbang negara lain yang terdampak virus corona.
Seorang pengguna Twitter, @jesicatedja, mengunggah beberapa foto social distancing di China, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Teknik sosial ditancing di China (Twitter @jesicatedja)

Teknik sosial ditancing di China (Twitter @jesicatedja)

Teknik sosial ditancing di Filipina (Twitter @jesicatedja)

Teknik sosial ditancing di Filipina (Twitter @jesicatedja)

Praktik social distancing di Singapura (Foto: Twitter @jesicatedja)

Praktik social distancing di Thailand (Foto: Twitter @jesicatedja)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya