Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Erdogan Dan Abbas (http://www.hurriyetdailynews.com/)
Dream - Pemandangan unik terlihat saat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbad, pada 12 Januari silam. Dalam pertemuan yang digelar di Istana Presiden di Ankara itu, terlihat 16 pengawal berpakaian tentara masa Turki kuno.
Para pengawal itu memakai zirah atau baju perang. Terbuat dari rangkaian rantai halus. Namun ada pula yang berbahan kain. Mereka juga mengenakan topi dari logam. Serta membawa senjata, seperti pedang maupun tombak.
Foto-foto itu tersebar ke publik. Dalam sebuah foto terlihat Erdogan berjabat tangan dengan Abbas di ujung bawah tangga istana. Sementara 16 pengawal berpakaian tentara kuno berbaris hingga ke ujung atas tangga.
Di atas mereka, pada tembok, terdapat ornamen matahari yang dikelilingi 16 bintang. Simbol stempel Turki yang dipakai sejak 1920.
Namun, pemandangan itu bukan karena tengah digelar karnaval di dalam istana sang presiden. Sebuah sumber di dalam istana menyebut pengawal-pengawal seperti itu akan terus terlihat saat Erdogan menyambut kepala negara sahabat yang bertandang ke Istana.

Kantor berita resmi Anatolia kemudian menjelaskan bahwa 16 prajurit masing-masing mewakili salah satu kerajaan dalam sejarah Turki, sebelum penaklukan Turki Anatolia. Masa mulai kekaisaran Hun yang didirikan pada tahun 200 sebelum masehi, kekaisaran Seljuk, Mughal, dan kekaisaran Ottoman yang berakhir 1920.
Memang, Presiden Erdogan dikenal oleh lawan-lawan politiknya ingin mengembalikan tatanan lama Turki. Sehingga dianggap akan menggerus pondasi negara Turki modern yang sekuler.
Dan foto-foto itu menuai ejekan dari lawan-lawan politik Erdogan. Politikus dari kelompok Kurdi, Selahattin Demirtas, yang kalah dari Erdogan dalam pemilihan tahun lalu, mengatakan Erdogan seharusnya ikut mengenakan pakaian “ Ibrahim the Mad”, sultan yang hidup di abas ke-17.
Cemoohan juga datang dari jurnalis kenamaan Turki, Kadri Gursel. Melalui sosial media, Gursel mengekspresikan kebingungannya. “ Sirkus Ottoman di Istana,” tulis Gursel. (Ism, Sumber: Al Arabiya dan Hurriyet Daily News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya