Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Vaksin AstraZeneca (Shutterstock.com)
Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memprediksi adanya perlambatan program vaksinasi Covid-19 pada bulan depan. Ini disebabkan keputusan India menunda pengiriman vaksin AstraZeneca.
India dikabarkan telah menahan sementara semua ekspor utama dari vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India (SII). Jumlah kasus infeksi virus Covid-19 yang meningkat di India menyebabkan prioritas vaksin dialihkan ke dalam negeri.
Langkah India akan memengaruhi pasokan vaksin 64 negara berpenghasilan rendah. Termasuk pula Indonesia yang seharusnya mendapatkan pasokan vaksin dari SII.
Indonesia jadi salah satu negara dengan jumlah kasus infeksi virus Covid-19 yang parah di Asia. Melalui program COVAX, Indonesia dijadwalkan menerima 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca pada 22 Maret dan 7,8 juta dosis bulan depan.
" Ini pasti akan memengaruhi proses vaksinasi karena pada April kita baru mendapat sekitar 7 juta dosis dari Sinovac," ujar Budi, dikutip dari Channel News Asia.
Budi juga mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki kecepatan penyuntikan sekitar 500 ribu dosis per hari. Sehingga pasokan vaksin untuk bulan April akan digunakan dalam waktu sekitar dua minggu.
Indonesia telah menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca di awal bulan dan mulai diluncurkan minggu ini. Negara terbesar di Asia Tenggara mulai mengadakan program imunisasi pada bulan Januari dan menargetkan 181,5 juta orang telah tervaksin dalam setahun.
Hingga Sabtu, sekitar 3,2 juta orang telah mendapatkan vaksinasi secara penuh.
" Kami masih melobi GAVI dengan harapan mendapatkan dosis kecil dari AstraZeneca di bulan April," tutur Budi.
Budi juga mengatakan GAVI, aliansi beberapa negara, serta perusahaan dan badan amal yang mempromosikan vaksinasi memberikan isyarat pada Pemerintah bahwa pengiriman dapat dilanjutkan pada bulan Mei. Tetapi kabar ini belum dapat dipastikan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan