Puncak Angka Kematian Covid-19 Diprediksi 2 Pekan dari Penambahan Kasus Tertinggi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 Februari 2022 07:00
Puncak Angka Kematian Covid-19 Diprediksi 2 Pekan dari Penambahan Kasus Tertinggi
Saat ini, tren kenaikan Covid-19 di sejumlah provinsi mulai menurun.

Dream - Puncak gelombang ketiga transmisi Covid-19 varian Omicron mulai menurun. Meski demikian, tantangan belum sepenuhnya selesai.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masih ada puncak kematian harian. Kondisi ini biasanya terjadi dua pekan setelah data kasus terkonfirmasi mencapai puncaknya.

" Biasanya, puncaknya yang wafat itu akan terjadi 15 sampai 20 hari sesudah puncak kasus," ujar Budi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan kasus Covid-19 di sejumlah provinsi menunjukkan tren menurun. Terutama di DKI Jakarta dan Banten.

" Tapi puncak kematiannya baru mulai terjadi dua minggu sesudahnya," kata Budi.

 

1 dari 1 halaman

Dari data sementara, pasien Covid-19 yang meninggal adalah mereka yang belum divaksin baik dosis pertama maupun kedua. Juga pasien yang memiliki komorbid dan lanjut usia.

" Jadi sekali lagi kami mengulangi terus menerus, segera divaksin. Vaksinnya juga harus lengkap, minimal dua kali," kata dia.

Dia juga mendorong agar para lansia lebih cepat divaksin. Ini mengingat lansia termasuk kelompok prioritas.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan saat ini pihaknya membangun kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk keperluan identifikasi dini pasien berkomorbid. Jika terinfeksi, pasien ini langsung dirawat di rumah sakit meskipun bergejala ringan.

" Jadi walaupun kasusnya ringan, tapi bisa segera langsung masuk karpet merah di rumah sakit-rumah sakit kita," kata Budi.

Beri Komentar