Putra Pewaris 'Darah Sepak Bola' Nurdin Halid

Reporter : Eko Huda S
Senin, 12 Februari 2018 12:50
Putra Pewaris 'Darah Sepak Bola' Nurdin Halid
Semua anak Nurdin Halid menjadi pecinta bola. Namun anak ke empat ini benar-benar mewarisi keahlian Nurdin mengelola sepak bola.

Dream - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan Nurdin Halid dengan sang putra, Nur Albisry Nurdin Halid. Keduanya sama-sama pecinta bola.

Siapa yang tidak tahu Nurdin Halid. Dia dikenal sebagai tokoh berpengaruh di kancah sepak bola nasional. Pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, dia menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia 2007.

Di kampung halaman, calon gubernur Sulawesi Selatan ini pernah menjadi manajer PSM Makassar dan mengantarkan kesebelasan berjuluk Juku Eja ini menjadi jawara Liga Indonesia di tahun 2000.

Di tangan Nurdin pula, PSM berhasil menembus perempat final Liga Champions Asia dan memboyong gelar juara Ho Chi Minh City Cup.

Tak mudah mengurus sepak bola. Butuh keahlian mumpuni. Selain finansial kuat, harus menyatukan orang dengan karakter berbeda menjadi sebuah tim tangguh. Nurdin punya semua syarat itu.

Tujuh anak Nurdin merupakan pecinta bola. Namun keahlian Nurdin mengelola sepak bola diturunkan kepada Nur Albisry. Anak ke empat yang karib dipanggil Albi ini pelan-pelan sudah mulai belajar mengelola sepak bola. Mencoba mengikuti jejak sang ayah.

Meski bukan tim profesional, setidaknya ia sudah mampu menjalankan manajemen satu klub. Teranyar, Albi menjadi manajer tim Makassar yang berlaga pada kompetisi Piala Soeratin 2017.

Tahun lalu, langkah tim itu mampu menembus semifinal. Pemuda kelahiran 19 September 1994 ini mendapat pengalaman berharga. Tim yang dikelola Albi berada di kategori kelompok usia di bawah 17 tahun, sehingga butuh keahlian khusus memimpin pemain muda.

Dalam mengurus tim ini, pemuda berusia 23 tahun ini selalu berdiskusi dengan sang ayah. Dia berharap kelak dapat menjadi manajer sepak bola yang baik.

" Arahan dari orang tua pasti ada. Contohnya, bagaimana mengelola tim secara baik dan benar. Juga bagaimana menghadapi pemain yang rata-rata masih berjiwa muda," kata Albi.

Dia punya keinginan mengelola klub profesional, mengikuti jejak ayahnya yang sukses membawa PSM Makassar juara Liga Indonesia. Niat itu sudah disampaikan kepada sang ayah, hanya saja untuk saat ini dirinya belum siap.

" Sekarang saya ingin mencari ilmu lebih dulu, agar ketika memegang tim, saya lebih siap. Karena itu akan menjadi tanggung jawab besar," ujarnya. 

Beri Komentar