Hadapi Tuntutan Jaksa, Ratna Sarumpaet Berharap Bebas

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 28 Mei 2019 11:10
Hadapi Tuntutan Jaksa, Ratna Sarumpaet Berharap Bebas
Bebas dari segala tuntutan adalah harapan terakhir Ratna.

Dream - Ratna Sarumpaet menghadapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebelum sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ratna berharap jaksa menuntutnya bebas.

" Ya bebas, harapan apa lagi," ujar Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 28 Mei 2019.

Meski demikian, ibunda Atiqah Hasiholan itu mengaku telah siap menerima tuntutan jaksa. " Iya harus siap," ucap dia.

Ratna mengaku selalu mempersiapkan mental sebelum sidang agar sanggup menjalani persidangan. Saat ini, Ratna mengaku dalam kondisi sehat meski menjalani puasa di tahanan Mapolda Metro Jaya.

Kasus berita bohong yang dilakukan Ratna heboh pada Oktober 2018. Ketika itu, beredar foto wajah lebam Ratna di media sosial.

Ratna pun mengaku ke sejumlah tokoh di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, telah dianiaya oleh sejumlah orang di Bandung pada 22 September 2018.

Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan fakta keterangan Ratna adalah bohong.

Pada tanggal tersebut Ratna sedang berada di rumah sakit kecantikan di Jakarta untuk menjalani operasi plastik, bukan di Bandung.

Pada 3 Oktober 2018, Ratna mengakui telah memberikan berita bohong terkait luka lebamnya itu. Kemudian pada 5 Oktober 2018, Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak pergi ke Chile.

1 dari 4 halaman

Jawaban Menohok Tompi Soal Hanum Rais Sebut Ratna Sarumpaet Dianiaya

Dream - Tompi turut menyoroti pernyataan yang menyebut wajah lebam Ratna Sarumpaet akibat penganiayaan. Salah satunya pernyataan itu sempat dikeluarkan oleh Hanum Rais.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tompi menyatakan Hanum tidak memiliki kapasitas untuk menganalisis luka Ratna. Ini karena Hanum berprofesi sebagai dokter gigi, bukan dokter umum.

" Kapasitas dia dokter gigi bukan dokter umum gitu. Bukan spesialis bedah, tentu tidak punya kemampuan untuk mengevaluasi," ujar Tompi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019

Menurut Tompi, pendidikan dokter gigi tidak mengajarkan materi analisis luka fisik. Dalam pandangan Tompi, Hanum tidak memiliki kapasitas untuk memeriksa luka.

Dokter spesialias bedah plastik itu berujar pendidikan dokter gigi berbeda dengan dokter umum. Sehingga, Tompi menilai tidak pas jika Hanum memeriksa Ratna.

" Sekolahnya beda banget. Dokter gigi itu sendiri, bukan dari dokter umum terus jadi dokter gigi. Kalau kapasitas dia sebagai dokter umum, masih punya kapasitas untuk itu," kata Tompi.(Sah)

2 dari 4 halaman

Kesalahan Fatal

Selanjutnya, Tompi mengaku sempat melihat sebuah video berisi pengakuan Hanum. Dalam video itu, Hanum menyatakan telah memeriksa Ratna dan menyimpulkan luka lebam itu akibat penganiayaan.

" Hanum Rais menceritakan sudah memeriksa yang bersangkutan dan yakin betul bahwasanya ini adalah korban pemukulan, dan ini adalah contoh Cut Nyak Dien buat dia, di situ ya, konyol saja buat saya, gitu," ucap dia.

Lebih lanjut, Tompi secara tegas menyatakan pernyataan Hanum merupakan kesalahan fatal. Terlebih bukan kapasitas Hanum sebagai dokter gigi.

" Dia sudah mengaku memeriksa. Artinya kalau memeriksa sudah ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Artinya kalau sudah memeriksa dan salah, ada dua kesimpulannya. Satu tidak mampu, kedua atau berbohong," kata Tompi.(Sah)

3 dari 4 halaman

Tompi Bungkam Pengacara Ratna Sarumpaet di Persidangan

Dream - Tim kuasa hukum Ratna Sarumpaet melemparkan sejumlah pertanyaan kepada penyanyi Tompi ketika menjadi saksi. Dalam kesaksiannya, Tompi membahas cuitannya di Twiter mengenai luka Ratna.

Salah satu kuasa hukum Ratna, Desmihardi, sempat bertanya mengenai kode etik dokter memperbolehkan atau tidak menyampaikan cuitan tersebut. Tapi, pertanyaan itu diinterupsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

" Interupsi Yang Mulia. Ini saksi fakta," kata Jaksa.

" Bahas sesuai dengan tweet saja. Tidak usah masalah kode etik saksi," ujar Ketua Majelis Hakim, Joni.

Setelah itu, kuasa hukum lainnya, Insank Nasruddin, bertanya mengenai kemampuannya menganalisa keaslian foto. " Anda bukan ahli fotografer?" tanya Insank.

Secara tegas, Tompi yang berprofesi sebagai dokter bedah, menjawab kalau dia memiliki kemampuan di bidang fotografi. Jawabab itu membuat Insank terdiam.

" Yes. Saya fotografer profesional," kata Tompi dibarengi tawa para pengunjung di ruang sidang.

4 dari 4 halaman

Ini Dampak Kebohongan Ratna Sarumpaet Pada Prabowo-Sandiaga Uno

Dream - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pihaknya sangat dirugikan setelah kebohongan Ratna Sarumpaet tersebar luas.

" Tentu (merasa) dirugikan, tapi kami enggak tahu sebab musababnya. Itu yang perlu kami dalami," ujar Dahnil usai menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 April 2019.

Dahnil mengaku tidak mengetahui pasti alasan Ratna berbohong kepada BPN. Dia juga tidak paham apakah Ratna menderita masalah gangguan jiwa atau tidak.

" Kami enggak tahu kondisi kejiwaan Bu Ratna ya. Dalam artian kenapa Bu Ratna berbohong, itu kami enggak tahu," ucap dia.

Dalam kesaksiannya, Dahnil mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Ratna. Meski keduanya sama-sama berada di BPN.

" Saya tahu beliau aktivis, secara pribadi saya enggak kenal," kata dia.

Dahnil mengaku, pertama kali mendapat kabar Ratna dianiaya orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat pada 1 Oktober 2018. Kala itu, ia sedang berada di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone