Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Seorang pengantin pria Israel dan 12 orang tamu pernikahannya tengah dihadapkan ke meja hijau. Mereka didakwa telah melakukan tindakan terorisme.
Ke-13 orang tersebut terekam kamera membuat perayaan kegembiraan atas meninggalnya bayi Palestina berusia 18 bulan, Ali Dawabsheh. Mereka diketahui merupakan anggota dari kelompok ekstrimis Yahudi.
Ali bersama keluarganya tewas akibat ledakan bom yang dimasukkan ke rumah mereka di Duma, Tepi Barat, pada Juli tahun lalu. Saat bom meledak, mereka tengah tidur pulas. Hanya Ahmed, kakak Ali kala itu berusia 4 tahun, selamat dari pengeboman.
Aksi itu mengundang protes besar-besaran di seluruh Israel dan kawasan pendudukan di Palestina. Insiden itu disebut sebagai aksi teror Yahudi dan mendorong militer Israel menangkap para pelaku.
Tetapi pada Desember, sebuah rekaman berisi para anggota kelompok itu bersuka cita merayakan kekejaman di Yerusalem muncul ke hadapan publik.
Sebuah video amatir ditayangkan televisi Israel menunjukkan anggota sayap kanan Yahudi menari dengan senjata, pisau, dan bom molotov. Mereka meneriakkan nyanyian anti-Palestina dan menusuk foto bayi Ali.
Rekaman yang disiarkan oleh Channel 10 itu menyebut pasangan baru menikah itu merupakan sosok yang sangat dikenal di kalangan kelompok radikal kanan. Pengantin itu juga diketahui memiliki sejumlah teman yang mengetahui pelaku pembunuhan Dawabsheh.
Politisi Israel dan Palestina bersatu mengeluarkan kecaman. Bahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut rekaman itu sebagai " gambar mengejutkan yang menunjukkan wajah sesungguhnya kelompok yang berbahaya bagi konstitusi masyarakat Israel."
Pejabat pengadilan di Yerusalem mengatakan 13 orang yang ditangkap, termasuk pengantin pria, telah didakwa menghasut kekerasan dan terorisme pada Rabu.
Tindak kriminal itu membawa hukuman penjara selama lima tahun. Hingga saat ini, belum ada terdakwa yang telah mengajukan pembelaan.(Sah)
Sumber: independent.co.uk
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan