Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Dalam sejarah sains, ada cukup banyak kejadian atau kesalahan yang memalukan ketika seorang ilmuwan menjelaskan sebuah penemuan.
Namun, ada sebuah kejadian yang sangat lucu terkait sejarah alam pada abad ke-17 di Jerman.
Seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman sangat yakin bahwa dia telah menemukan fosil unicorn.
Unicorn adalah makhluk mitos berbentuk seekor kuda putih dengan tanduk lancip yang tumbuh dari dahi.

Jika berkunjung ke Natural History Museum Magdeburg, kamu akan melihat pajangan aneh berupa kerangka dari seekor unicorn.
Tentu saja, kerangka tersebut sebenarnya bukan milik unicorn. Faktanya, itu adalah badak berbulu, spesies yang punah yang berkeliaran di sebagian besar Eurasia sampai akhir Zaman Es terakhir.
Namun siapa sangka, kerangka tersebut berhasil mengecoh seorang ilmuwan paling cemerlang abad ke-17 dari Prusia (sekarang Jerman).
Kerangka dengan tanduk panjang mencuat di dahi itu pertama kali ditemukan di sebuah gua dekat kota pegunungan Quedlinburg, Distrik Hartz, pada tahun 1663.
Penemuan sensasional itu menarik perhatian Otto von Geuricke, ilmuwan Prusia yang menemukan pompa vakum.
Geuricke yang juga Walikota Quedlinburg itu menyimpulkan bahwa kerangka tersebut sudah pasti milik seekor unicorn.

Laporan tentang kerangka itu kemudian muncul sebagai ilustrasi sebuah buku oleh ilmuwan Jerman terkenal Gottfried Leibniz.
Dari buku Leibniz itulah, kerangka itu disusun menjadi bentuk yang sekarang dipajang di Natural History Museum Magdeburg.
Namun berbeda dari Geuricke yang mengira itu adalah unicorn, Leibniz meyakini bahwa kerangka aneh itu adalah milik seekor chimera.
Dalam mitos, chimera adalah seekor makhluk campuran singa, ular dan kambing yang bisa mengeluarkan api dari mulutnya.

" Tanduk, bersama dengan kepala, beberapa tulang rusuk, tulang punggung, dan tulang lainnya dibawa ke rumah kepala biara yang tenang di kota itu," tulis Leibniz dalam bukunya tentang sejarah alam dan geologi, Protogaea.
" Alam telah menciptakan makhluk perkasa ini menggunakan gunung berapi sebagai tungku, dan gunung sebagai alat alembiknya (penyuling bahan kimia di laboratorium)," lanjut Leibniz dalam buku itu.
Tentu saja, klaim dua ilmuwan ini tidak mungkin bisa bertahan lama dan menjadi referensi sejarah alam yang terpercaya.
Sekarang, fosil 'unicorn' ini tidak lebih dari sebuah bahan tertawaan yang menjadi viral di dunia maya.
Sumber: IFL Science
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa