Indonesia dan Malaysia Kaji Manuskrip Islam Asia Tenggara

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 Januari 2019 15:00
Indonesia dan Malaysia Kaji Manuskrip Islam Asia Tenggara
Malaysia saat ini telah menjalankan proyek digitalisasi manuskrip di Asia Tenggara.

Dream - Kementerian Agama bersama Kementerian Pendidikan Malaysia tengah melakukan penjajakan kerja sama pengembangan kajian manuskrip Islam di Asia Tenggara. Hal ini terkait rencana Kemenag untuk membangun Pusat Manuskrip Nusantara.

" Kami di Kemenag sejak beberapa tahun terakhir fokus melakukan kajian manuskrip," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee bin Malik, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat 11 Januari 2019.

Menurut Lukman, terdapat banyak khazanah keilmuan dalam manuskrip Nusantara. Sayangnya, banyak manuskrip yang belum digali secara mendalam dan terinventarisir dengan baik.

" Padahal khazanah-khazanah yang ada dalam manuskrip kita sangat kaya," kata Lukman.

Pada kesempatan tersebut, Maszlee mengatakan bahwa Malaysia memiliki minat yang sama terkait manuskrip keagamaan di Asia Tenggara. Di Malaysia, kata Maszlee, telah dikembangan digitalisasi manuskrip.

" Kita banyak koleksi digital, jika diperlukan kami bisa membantu untuk digitalizing manuskrip," kata Maszlee.

Dia memberikan apresiasi atas perhatian Kemenag pada upaya pelestarian dan pengkajian manuskrip keagamaan. Terutama yang berasal dari kawasan Asia Tenggara.

" Manuskrip yang ada di Asia Tenggara ini sebenarnya tak kalah dengan yang ada di Arab Saudi dan sebagainya," kata dia.

Maszlee menilai kajian manuskrip terutama keagamaan sangat penting dilakukan bersama antara Malaysia dengan Indonesia.

" Apalagi kita satu rumpun. Ini di hari depan akan jadi peninggalan bagi anak cucu kita," kata dia.

Beri Komentar
Salat Jamaah Perdana Deddy Corbuzier Bersama KH. Ma'ruf Amin