Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Relief Batu Di Yaz?l?kaya Berusia 3.200 Tahun. (Foto: Luwian Studies)
Dream - Relief atau ukiran batu berusia kira-kira tiga ribu tahun yang terpahat pada batu-batu kapur di cagar alam Yazilikaya, Turki, mengungkap fakta mencengangkan.
Ukiran batu yang ditemukan hampir 200 tahun yang lalu oleh arkeolog Prancis, Charles Texles, pada 1835 itu ternyata adalah sebuah kalender kuno dan peta kosmos.
Selain kalender kuno dan peta kosmos, ukiran batu di Yazilikaya tersebut juga mengandung detail tentang akhirat bangsa Het.
Yazilikaya adalah sebutan untuk tempat suci bagi penduduk Hattusa, ibu kota Kekaisaran Het yang kekuasaannya meliputi Turki, Suriah, Lebanon, hingga Irak.
Kini wilayah Yazilikaya yang berjarak 100 mil (sekitar 161 kilometer) dari Ankara itu menjadi cagar alam yang menyimpan peninggalan bersejarah bangsa Het yang kebanyakan adalah ukiran dan pahatan batu.

Ukiran tersebut menggambarkan lebih dari 90 figur, termasuk binatang, monster, dan dewa. Ukiran itu dipahat di atas batu kapur yang berada di dua ruangan yang berhadapan dengan sebuah kuil.
Para ahli mengatakan ukiran batu ini berasal dari abad ke-13 SM. Tetapi butuh hampir dua abad untuk menguraikan artinya.
Menurut para ahli, relief mengungkapkan adanya kosmos atau alam semesta yang terdiri dari Bumi, langit, dan akhirat.
Uniknya, bangsa Het percaya akhirat itu berada di bawah Bumi. Kepecayaan tentang akhirat di bawah tanah ini mirip dengan milik bangsa Yunani.
Di salah satu dinding kuil, terukir gambar dewi matahari Hebat dan dewa badai Teshub, dua dewa tertinggi bangsa Het.

Sedangkan di dinding timur dan barat ruangan, tampak dewa-dewa yang lebih rendah tingkatnya berbaris menghadap pasangan dewa tertinggi itu.
Penggambaran tersebut membingungkan para ahli. Bahkan hingga tahun 2011, para arkeolog tidak yakin mengapa reliefnya dibuat sedemikian rupa.
Tetapi sebuah studi baru di Journal of Skyscrap Acraehology mengklaim bahwa tempat suci itu adalah representasi simbolis dari kosmos dan keyakinan bangsa Het tentangnya.

" Relief tersebut juga menggambarkan terjadinya siang dan malam, fase bulan dan musim, serta 'proses siklus pembaruan dan kelahiran kembali'," tulis Eberhard Zangger, penulis utama penelitian.
Zangger, Presiden Yayasan Studi Luwian di Zurich, Swiss, yang bekerja dengan Rita Gautschy, arkeolog Basel, mengatakan masing-masing dari 90 figur di dalam relief itu memiliki peran masing-masing dalam sistem kalender bangsa Het.
" Kami menduga bahwa Yazilikaya secara keseluruhan menggambarkan kosmos secara simbolis, termasuk tingkat statisnya (Bumi, langit, akhirat).
" Relief tersebut juga menggambarkan proses siklus pembaruan dan kelahiran kembali (siang/malam, fase bulan, musim panas/musim dingin)," tulis Zangger di jurnalnya.
Bangsa Het tinggal di tempat yang sekarang disebut Turki modern dan mendirikan kerajaan mereka pada akhir abad ke-17 SM, diyakini sekitar tahun 1680 dan 1650 SM.
Mereka menguasai sebagian besar wilayah Timur Tengah dan Mesopotamia Atas pada pertengahan 1300-an SM. Mereka akhirnya ditaklukkan oleh bangsa Asyur pada 1180 SM.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya