Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Reruntuhan Masjid Abad Pertama Hijriah (arabnews.com)
Dream - Tim Ekskavasi Arkeologi Misi Bersama Arab Saudi-Perancis berhasil menemukan reruntuhan di Provinsi Al Kharj, sekitar 80 km arah selatan Riyadh, Ibukota Saudi. Diperkirakan reruntuhan tersebut merupakan bekas masjid yang dibangun sekitar abad pertama hingga kelima hijriah.
Tim yang melibatkan 18 sarjana asal Saudi dan Perancis ini melakukan penggalian di situs Al Yamamah. Reruntuhan masjid tersebut diprediksi merupakan bangunan terbesar di kawasan Jazirah Arab setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Misi eksplorasi tersebut juga mencakup situs Al Bina dan lima situs sejarah Islam lainnya di sekitar Wadi Nasah.
Proyek ekskavasi ini juga berhasil menemukan sejumlah situs yang diperkirakan ada sejak zaman batu. Ini juga merupakan kali pertama situs berusia 100 ribu tahun lalu ditemukan di Al Kharj.
Selain reruntuhan, tim juga menemukan sejumlah artefak berupa piring dan peralatan makan dari kaca. Tidak hanya itu, sejumlah pecahan kaca, diperkirakan bagian lampion, banyak ditemukan di sekitar reruntuhan. Piring-piring berukuran kecil tersebut diyakini digunakan pada Era Abbasid, yaitu periode sebelum Islam.
Sementara pada situs Ain Dale'a yang terletak di sisi barat Al Kharj, ditemukan kawasan pemukiman yang telah berusia sekitar 5.000 tahun, setara dengan abad tembaga.
Misi Bersama Saudi-Perancis bekerja sesuai kesepakatan antara Kementerian Pariwisata dan Warisan Nasional dengan Perancis yang ditandatangani pada 21 September 2011. Misi ini menjalankan penggalian di sejumlah situs bersejarah di sekitar Al Kharj.
Tim Perancis dipimpin oleh Dr Jeremy Chitikat, sementara tim Saudi dipimpin oleh Abdulaziz Al Hammad.
Profesor Arkeologi dan Situs Kuno Universitas Raja Saud, sekaligus kepala tim, Dr Abdulaziz Al Ghazi mengatakan misi pertama dijalankan untuk menggali reruntuhan kawasan Timur Tengah.
Sumber: arabnews.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya