Prostitusi Online Terbongkar, Tawarkan Model Hingga Pramugari

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 21 Agustus 2016 19:39
Prostitusi Online Terbongkar, Tawarkan Model Hingga Pramugari
Prostitusi online tersebut menjajakan pramugari, Sales Promotion Girl (SPG), sampai model. Modusnya...

Dream - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap transaksi prostitusi online. Penyidik Ditreskrimsus mengamankan tersangka mucikari berinisial AN.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Fadhil Imran mengatakan mucikari berinisial AN berhasil diamankan di sebuah Hotel kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Agustus 2016. AN menjajakan model, pramugari, dan Sales Promotion Girl (SPG) sebagai PSK melalui sebuah laman www.spgusherindonesia.com.

" Awalnya, kami temukan situs yang menyediakan talent model atau SPG untuk sebuah event, tapi nyatanya setelah ditelusuri situs itu dipergunakan untuk menjajakan PSK," kata Fadhil melalui keterangan resmi di laman Humas Polda Metro Jaya.

1 dari 2 halaman

Banderol Harga PSK

Menurut dia, tiap PSK yang dijajakannya itu dibanderol dengan harga yang berbeda-beda, mulai dari Rp5 juta hingga Rp7 juta untuk sekali kencan. Selain menangkap AN, polisi juga ikut menangkap seorang model berinisial T sedang dijajakan pelaku pada pelanggannya.

" Kami lalu memancing pelaku untuk bertemu di sebuah Hotel di Kalibata, Jakarta Selatan dengan berpura-pura menjadi pelanggannya. Lantas, muncikari dan modelnya itu kami tangkap," ucap dia.

Sementara itu, Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roberto Pasaribu mengatakan, terbongkarnya kasus prostitusi online itu berawal dari ditemukannya laman berisi model, pramugari dan SPG untuk sebuah acara. Di laman tersebut, terpampang sejumlah model berparas ayu sebagai salah satu contoh dari iklannya tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Pelaku Menawarkan Model dan Pramugari

" Setelah diselidiki ternyata itu kedok saja. Kami lalu melakukan penyamaran dan menghubungi AN yang bertindak sebagai founder dan CEO situs itu lewat Whatsapp," kata Roberto.

Selain melalui Whatsapp, kata Roberto, pelaku juga kerap berkomunikasi dengan pelanggannya melalui perpesanan Blackberry Messenger (BBM). Setelah cukup kenal, pelaku lantas mengirimkan daftar anak buahnya itu, lengkap dengan foto, umur, dan banderol tarifnya per sekali main.

" AN sempat menawarkan seorang pramugari berinisial V dengan harga Rp 7 juta untuk sekali kencan. Setelah petugas yang menyamar mengaku tak punya uang sebanyak itu, ditawari lah seorang mantan model berinisial T dengan tarif Rp 5 juta sekali kencan," kata dia.

Beri Komentar