Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap transaksi prostitusi online. Penyidik Ditreskrimsus mengamankan tersangka mucikari berinisial AN.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Fadhil Imran mengatakan mucikari berinisial AN berhasil diamankan di sebuah Hotel kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Agustus 2016. AN menjajakan model, pramugari, dan Sales Promotion Girl (SPG) sebagai PSK melalui sebuah laman www.spgusherindonesia.com.
" Awalnya, kami temukan situs yang menyediakan talent model atau SPG untuk sebuah event, tapi nyatanya setelah ditelusuri situs itu dipergunakan untuk menjajakan PSK," kata Fadhil melalui keterangan resmi di laman Humas Polda Metro Jaya.
© Dream
Menurut dia, tiap PSK yang dijajakannya itu dibanderol dengan harga yang berbeda-beda, mulai dari Rp5 juta hingga Rp7 juta untuk sekali kencan. Selain menangkap AN, polisi juga ikut menangkap seorang model berinisial T sedang dijajakan pelaku pada pelanggannya.
" Kami lalu memancing pelaku untuk bertemu di sebuah Hotel di Kalibata, Jakarta Selatan dengan berpura-pura menjadi pelanggannya. Lantas, muncikari dan modelnya itu kami tangkap," ucap dia.
Sementara itu, Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roberto Pasaribu mengatakan, terbongkarnya kasus prostitusi online itu berawal dari ditemukannya laman berisi model, pramugari dan SPG untuk sebuah acara. Di laman tersebut, terpampang sejumlah model berparas ayu sebagai salah satu contoh dari iklannya tersebut.
© Dream
" Setelah diselidiki ternyata itu kedok saja. Kami lalu melakukan penyamaran dan menghubungi AN yang bertindak sebagai founder dan CEO situs itu lewat Whatsapp," kata Roberto.
Selain melalui Whatsapp, kata Roberto, pelaku juga kerap berkomunikasi dengan pelanggannya melalui perpesanan Blackberry Messenger (BBM). Setelah cukup kenal, pelaku lantas mengirimkan daftar anak buahnya itu, lengkap dengan foto, umur, dan banderol tarifnya per sekali main.
" AN sempat menawarkan seorang pramugari berinisial V dengan harga Rp 7 juta untuk sekali kencan. Setelah petugas yang menyamar mengaku tak punya uang sebanyak itu, ditawari lah seorang mantan model berinisial T dengan tarif Rp 5 juta sekali kencan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya