Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan, ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Kota Depok mulai penuh. Dia berencana melakukan 'subsidi silang' untuk mengurangi tingginya tingkat keterisian RS di Depok.
" Yaitu kalau satu wilayah penuh maka kota kabupaten tetangga kita koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," kata Ridwan Kamil, dikutip dari Merdeka.com, Senin 14 September 2020.
" Tadi saya sampaikan, Bodebek ini yang agak mengkhawatirkan adalah Kota Depok. Kota Depok itu yang ringan di 60 persen, kemudian yang sedang sudah hampir 80 persen," tambah dia.
Daerah di wilayah Bogor Depok dan Bekasi, yang tingkat keterisian rumah sakitnya masih etrkendali antara lain Bogor. Di wilayah itu, tingkat keterisiannya di bawah 40 persen.
Jika rumah sakit di wilayah Depok sudah tidak bisa lagi menampung pasien, maka Bogor bisa membantu mengantisipasi pasien dengan koordinasi dari Pemerintah Provinsi Jabar.
" Jadi hanya Depok dan yang perlu kita waspadai dari sisi kondisi rumah sakit lain-lain Bodebek masih aman," terang dia.
Dari sisi epidemiologi, Ridwan Kamil menyebut ada tantangan terbesar Jawa Barat, yakni tingkat kesembuhannya belum memuaskan karena baru di angka sekitar 51 sampai 53 persen.
Padahal, menurutnya, angka ideal tingkat kesembuhan itu di kisaran angka 70 persen. Untuk mengantisipasinya, ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak terkait berupaya mencari obat, terapi hingga metodologi agar jumlah pasien yang positif ini bisa dilakukan penyembuhan secepatnya.
" Tingkat kematian kita sangat rendah ini diapresiasi oleh semua orang, hanya di angka 2,4 persen ya. mudah-mudahan berita baiknya yang meninggal sedikit tapi berita buruknya yang sembuhnya agak lambat, ini yang harus kita perbaiki dalam epidemiologi di Jawa Barat," pungkasnya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya