Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Walikota Bogor Bima Arya (Foto: Arie Basuki/KLY)
Dream - Pemerintah Kota Bogor mengantisipasi potensi lonjakan manusia sebagai dampak dari pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta mulai Senin, 14 September 2020 kemarin. Potensi migrasi bisa melanda Kota Bogor mengingat banyak tempat di DKI Jakarta yang ditutup.
" Ada beberapa hal yang perlu kita antisipasi. Yang pertama adalah ditutupnya restoran dan tempat wisata di Jakarta," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dikutip dari Merdeka.com.
Bima mengatakan ketika restoran dan tempat wisata di Jakarta ditutup, kunjungan ke Kota Bogor bisa meningkat khususnya saat akhir pekan. Belum lagi masyarakat yang terkena kebijakan bekerja dari rumah.
" Yang WFH juga semakin banyak di Jakarta, mungkin saja orang-orang yang tidak bekerja itu kemudian mengunjungi Bogor, ini perlu diantisipasi," kata dia.
Selain itu, kegiatan hotel-hotel di Jakarta ditiadakan. Pihaknya pun mengantisifasi adanya pertemuan di hotel-hotel seluruh Kota Bogor.
" MICE (Meetings, Incentive, Conferences, Exibitions) di Jakarta tidak ada. Ini pun harus kita antisipasi. Di Bogor tidak ada larangan itu tapi strategi kita adalah lebih kepada penguatan dan pengawasan protokol kesehatannya. Kata kuncinya adalah mengantisipasi Jakarta ini lebih kepada pengetatan pengawasan protokol kesehatan," ucap dia.
Bima mengakui sangat tidak mungkin menghalangi orang Jakarta untuk datang ke Kota Bogor. " Yang lebih memungkinkan adalah melakukan pengetatan pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi untuk terjadi kerumunan," ucap dia.
Lebih lanjut, Bima mengatakan sudah berkoordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir untuk menyiapkan fasilitas isolasi di Kota Bogor. Di antaranya dengan BNN Lido dan sejumlah hotel.
" Bogor sudah menandatangani MoU dengan BNN Lido. Lagi finalisasi untuk administrasinya. OTG nanti di Lido semua. Plus nanti kita akan siapkan satu hotel, kita sedang berunding dengan PHRI untuk kemudian dijadikan tempat isolasi," kata Bima.
Sumber: Merdeka.com/Rasyid Ali
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya