Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Update Corona 14 September: Kasus Sembuh Naik Tinggi, Capai 3.395 Pasien

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 14 September 2020 16:55
Update Corona 14 September: Kasus Sembuh Naik Tinggi, Capai 3.395 Pasien
Tren data pasien sembuh menunjukkan pergerakan naik.

Dream - Pergerakan data kasus positif Covid-19 masih dinamis. Tetapi dalam dua hari terakhir, data kasus baru menunjukkan tren melandai.

Berdasarkan data terbaru covid19.go.id per Senin, 14 September 2020, kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat sebanyak 3.141 orang. Data ini lebih rendah dibandingkan posisi Sabtu, 12 September sebanyak 3.806 kasus dan Minggu, 13 September yaitu sebanyak 3.636 kasus.

Total kasus Covid-19 di seluruh Indonesia sejak awal merebak hingga saat ini telah mencapai 221.523 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54.277 masuk kategori kasus aktif atau sekitar 24,5 persen dari kasus terkonfirmasi.

Kasus sembuh di awal pekan ini mengalami peningkatan yang cukup drastis. Dalam 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 3.395 kasus dinyatakan sembuh.

Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan Sabtu lalu sebanyak 2.241 kasus dan Minggu sebanyak 2.552 kasus. Sedangkan total kasus sembuh hingga saat ini sebanyak 158.405 kasus atau 71,5 persen dari kasus terkonfirmasi.

 

1 dari 4 halaman

Kasus Kematian Punya Tren Fluktuatif

Sementara, data kasus kematian menunjukkan tren fluktuatif dengan 118 pasien meninggal dalam 24 jam terakhir. Pada Sabtu lalu, kasus meninggal tercatat 106 pasien dan Minggu sebanyak 73 pasien.

Total kematian akibat Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 8..841 kasus. Jumlah ini sebanding dengan 4,0 persen dari kasus terkonfirmasi.

Kasus suspek masih cukup tinggi. Hari ini tercatat sekitar 98.842 kasus masuk kategori suspek. 

2 dari 4 halaman

Kisah di Balik Menyalanya Semua Tower Wisma Atlet, Tempat Pasien Covid-19

Dream - Baru-baru ini breredar foto yang memperlihatkan suasana Wisma Atlet di malam hari. Dalam foto tersebut, terlihat semua lampu di Wisma Atlet menyala dan disebut dalam situasi mencekam.

Foto Wisma Atlet yang disebut mencekam salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lambeturah_official.

Berikut narasi yang diunggah oleh akun Facebook Willz Tambunan:

" Ini bukan hotel yang full booked hingga lampunya nyala semua
Ini adalah wisma atlet...," tulis akun gossip tersebut.

Unggahan Instagram Wisma Atlet

3 dari 4 halaman

Penjelasan Pemerintah

Dengan beredarnya foto yang memperlihatkan penuhnya Wisma Atlet, anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Suryopratmo mengungkapkan, tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran akan digunakan sebagai flat isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Covid-19 dan tak memiliki tempat tinggal yang memenuhi syarat protokol kesehatan.

" Tower 4 dan 5 untuk isolasi mandiri bagi warga yang tidak mencukupi tempat tinggalnya dan dinilai Dinkes tidak bisa disiplin menjalankan isolasi mandiri," kata Suryopratomo, dikutip dari merdeka.com, Jumat 11 September 2020.

Dia menjelaskan, ada sejumlah kendala yang masih dihadapi sebelum tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet resmi dibuka. Kendala itu seperti masalah air dan listrik.

Kedua tower itu sedianya akan dibuka pada Selasa lalu 8 September 2020 lalu, namun karena masih ditemui kendala maka pembukaan diundur.

" Waktu ditinjau Ketua Satgas, tower 4 dan 5 masalahnya listrik dan air. Jadi dinyalakan untuk mengetes apakah aliran listriknya sudah bisa diandalkan. Rencana pembukaan tower 4 dan 5 mundur dari tanggal 8 September menunggu kesiapan listrik dan air," ujar dia.

 

4 dari 4 halaman

Suryopratomo juga mengatakan bahwa sejumlah menteri dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Ketua Gugus Tugas akan melihat kesiapan tower 4 dan 5 hari ini.

" Beberapa Menteri, Gubernur DKI dan Ketua Satgas. Rencananya jam 14.00 WIB untuk melihat kesiapan Tower 4 dan 5," ungkapnya.

Selain Tower 4 dan 5 yang akan dibuka, di Wisma Atlet terdapat juga Tower 6 dan 7 yang merupakan RS Darurat Wisma Atlet. Rumah sakit tersebut selama ini dipakai untuk merawat mereka yang sudah positif dan membutuhkan perawatan tetapi tidak dalam kondisi berat.

" Kalau berat dari RS Darurat dirujuk ke RS Rujukan. Untuk apa? Untuk mencegah jangan sampai semua orang minta dirawat di RS karena jumlah tempat tidur di rumah sakit terbatas dan mencegah tenaga kesehatan kehabisan tenaga mengurusi seluruh warga yang terinfeksi Covid-19," kata dia.

 

Beri Komentar