Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pergerakan data kasus positif Covid-19 masih dinamis. Tetapi dalam dua hari terakhir, data kasus baru menunjukkan tren melandai.
Berdasarkan data terbaru covid19.go.id per Senin, 14 September 2020, kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat sebanyak 3.141 orang. Data ini lebih rendah dibandingkan posisi Sabtu, 12 September sebanyak 3.806 kasus dan Minggu, 13 September yaitu sebanyak 3.636 kasus.
Total kasus Covid-19 di seluruh Indonesia sejak awal merebak hingga saat ini telah mencapai 221.523 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 54.277 masuk kategori kasus aktif atau sekitar 24,5 persen dari kasus terkonfirmasi.
Kasus sembuh di awal pekan ini mengalami peningkatan yang cukup drastis. Dalam 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 3.395 kasus dinyatakan sembuh.
Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan dengan Sabtu lalu sebanyak 2.241 kasus dan Minggu sebanyak 2.552 kasus. Sedangkan total kasus sembuh hingga saat ini sebanyak 158.405 kasus atau 71,5 persen dari kasus terkonfirmasi.
Sementara, data kasus kematian menunjukkan tren fluktuatif dengan 118 pasien meninggal dalam 24 jam terakhir. Pada Sabtu lalu, kasus meninggal tercatat 106 pasien dan Minggu sebanyak 73 pasien.
Total kematian akibat Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 8..841 kasus. Jumlah ini sebanding dengan 4,0 persen dari kasus terkonfirmasi.
Kasus suspek masih cukup tinggi. Hari ini tercatat sekitar 98.842 kasus masuk kategori suspek.
Dream - Baru-baru ini breredar foto yang memperlihatkan suasana Wisma Atlet di malam hari. Dalam foto tersebut, terlihat semua lampu di Wisma Atlet menyala dan disebut dalam situasi mencekam.
Foto Wisma Atlet yang disebut mencekam salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lambeturah_official.
Berikut narasi yang diunggah oleh akun Facebook Willz Tambunan:
" Ini bukan hotel yang full booked hingga lampunya nyala semua
Ini adalah wisma atlet...," tulis akun gossip tersebut.

Dengan beredarnya foto yang memperlihatkan penuhnya Wisma Atlet, anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Suryopratmo mengungkapkan, tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran akan digunakan sebagai flat isolasi mandiri bagi warga yang terinfeksi virus Covid-19 dan tak memiliki tempat tinggal yang memenuhi syarat protokol kesehatan.
" Tower 4 dan 5 untuk isolasi mandiri bagi warga yang tidak mencukupi tempat tinggalnya dan dinilai Dinkes tidak bisa disiplin menjalankan isolasi mandiri," kata Suryopratomo, dikutip dari merdeka.com, Jumat 11 September 2020.
Dia menjelaskan, ada sejumlah kendala yang masih dihadapi sebelum tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet resmi dibuka. Kendala itu seperti masalah air dan listrik.
Kedua tower itu sedianya akan dibuka pada Selasa lalu 8 September 2020 lalu, namun karena masih ditemui kendala maka pembukaan diundur.
" Waktu ditinjau Ketua Satgas, tower 4 dan 5 masalahnya listrik dan air. Jadi dinyalakan untuk mengetes apakah aliran listriknya sudah bisa diandalkan. Rencana pembukaan tower 4 dan 5 mundur dari tanggal 8 September menunggu kesiapan listrik dan air," ujar dia.
Suryopratomo juga mengatakan bahwa sejumlah menteri dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Ketua Gugus Tugas akan melihat kesiapan tower 4 dan 5 hari ini.
" Beberapa Menteri, Gubernur DKI dan Ketua Satgas. Rencananya jam 14.00 WIB untuk melihat kesiapan Tower 4 dan 5," ungkapnya.
Selain Tower 4 dan 5 yang akan dibuka, di Wisma Atlet terdapat juga Tower 6 dan 7 yang merupakan RS Darurat Wisma Atlet. Rumah sakit tersebut selama ini dipakai untuk merawat mereka yang sudah positif dan membutuhkan perawatan tetapi tidak dalam kondisi berat.
" Kalau berat dari RS Darurat dirujuk ke RS Rujukan. Untuk apa? Untuk mencegah jangan sampai semua orang minta dirawat di RS karena jumlah tempat tidur di rumah sakit terbatas dan mencegah tenaga kesehatan kehabisan tenaga mengurusi seluruh warga yang terinfeksi Covid-19," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya