Rodrigo Duterte Ingin Nama Filipina Diganti Lebih Berbau Melayu

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 Februari 2019 07:00
Rodrigo Duterte Ingin Nama Filipina Diganti Lebih Berbau Melayu
Nama Filipina dipakai karena jejak sejarah kolonial Spanyol

Dream - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengusulkan perubahan nama negaranya. Duterte ingin mengembalikan nama Filipina ke Maharlika untuk menghilangkan pengaruh sejarah kolonial.

Dalam bahasa Inggris, Maharlika berarti bangsawan. Pergantian nama menjadi Maharlika ini juga pernah disampaikan mantan presiden Filipina, Ferninand Marcos.

“ Suatu hari, mari kita ubah,” kata Duterte, dikutip The National, Kamis, 14 Februari 2019.

“ Marcos benar. Dia ingin mengubah nama negara jadi Maharlika karena kata itu merupakan kata Melayu," ucap dia.

Filipina merupakan jajahan Spanyol selama 350 tahun. Nama itu disematkan oleh Raja Philip II. Setelah kekalahan Spanyol dalam perang Spanyol-Amerika Serikat (AS) pada 1898, Filipina menjadi wilayah AS hingga merdeka pada 1946.

Dalam masyarakat Tagalog pra-kolonial, Maharlika merupakan kelas bangsawan posisinya berada diantara rakyat jelata dan penguasa Maginoo. Marcos mempopulerkan istilah itu di era modern.

Marcos mengaku telah memerintahkan sekelompok gerilyawan yang disebut Unit Maharlika selama Perang Dunia II. Usulan perubahan namanya menjadi Maharlika bertujuan untuk mempromosikan nasionalisme setelah menempatkan Filipina di bawah kekuasaan militer.

 

2 dari 2 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Ayu Tingting, Kisah Masa Kecil dan Resiko Jadi Populer