Saat Wajah Almarhum `Dipakai` Orang Lain

Reporter : Eko Huda S
Senin, 1 Juni 2015 07:05
Saat Wajah Almarhum `Dipakai` Orang Lain
Tayangan pada program 60 Minutes di Metro News pada Minggu kemarin itulah yang membuat Rebekkah tertegun. Wajah yang telah lama "hilang" itu kini "hidup" kembali.

Dream - Terkejutlah Rebekkah. Saat melihat wajah mendiang adiknya dipakai oleh orang lain. Dia masih tak percaya bahwa wajah itu masih " masih hidup" . Dipakai oleh orang lain pula.

Ya, adik Rebekkah, Joshua Aversano, memang telah meninggal. Namun wajah pria yang meninggal dalam usia 21 tahun itu telah didonorkan kepada Richard Norris.

Wajah Richard Norris sebelumnya rusak parah. Itu terjadi setelah pria yang kini berusia 39 tahun itu tak sengaja menembak wajahnya sendiri dalam musibah pada 1997.

Sejak itu, Norris harus menjalani 30 kali operasi untuk memulihkan wajah. Namun sayang. Hasilnya tidak begitu menggembirakan. Dan tiga tahun setelah wajahnya tertembak, Joshua Aversano, mengalami kecelakaan mobil, lantas meninggal.

 Saat Wajah Almarhum Dipakai Orang Lain

Richard Norris sebelum dan sesudah tertembak

Wajah Joshua kemudian didonorkan. Dan inilah harapan bagi Norris. Berkat kecanggihan dunia kedokteran dalam bidang transplantasi, wajah Joshua dicangkokkan ke wajah Norris. Dan hasil transplantasi itu ditampilkan dalam sebuah video.

Tayangan pada program 60 Minutes di Metro News pada Minggu kemarin itulah yang membuat Rebekkah tertegun. Wajah yang telah lama " hilang" itu kini " hidup" kembali.

 Saat Wajah Almarhum Dipakai Orang Lain

Richard Norris setelah oprasi

Jika Rebekkah sangat terkejut saat melihat wajah Joshua yang " dikenakan" Norris, tidak demikian dengan sang bunda, Gwen Aversano. Sang bunda lebih bisa menerima kenyataan itu.

" Menyumbangkan wajah Joshua adalah hal benar untuk dilakukan. Saya benar-benar bisa melihat Joshua pada Norris," kata Gwen Aversano, sebagaimana dikutip Dream dari Metro.co.uk, Minggu 31 Mei 2015.

" Kami sangat senang bisa membantu Norris. Meski kami kehilangan keluarga yang sangat kami sayangi, kami masih bisa memberi kebahagiaan atas nama Joshua."

Norris menjalani operasi pencangkokan selama 36 jam di Maryland Medical Centre. Operasi itu dianggap kontroversial, sebab Norris memiliki kesempatan bertahan hidup hanya 50 persen.

Meskipun operasi berhasil, hari-hari yang dilalui Norris tidaklah mudah. Selama sisa hidupnya, dia harus minum sejumlah obat untuk mengatasi sistim kekebalan tubuh, yang terus-menerus akan memperlakukan wajah barunya sebagai benda asing dan mencoba untuk menolaknya.

Namun demikian, hidupnya telah jauh lebih baik sejak operasi transplantasi. Dia tidak lagi takut untuk meninggalkan rumah, dan tidak perlu menghadapi penghinaan dari orang asing.

Dia sangat bersyukur dengan wajah barunya dan akan secara teratur memberitahu keluarga Aversono tentang perkembangan kesehatan dan kebahagiaannya. (Ism) 

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup