Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jenazah Pasien Covid-19 Membusuk di RSUD Makassar

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 28 Juli 2021 13:11
Jenazah Pasien Covid-19 Membusuk di RSUD Makassar
Ada jenazah pasien Covid-19 yang tertahan selama 24 jam sehingga mengalami pembusukan.

Dream - Kasus kematian akibat Covid-19 yang terus naik membuat tim pemulasaran jenazah kewalahan. Di RSUD Daya Makassar, Sulawesi Selatan, bahkan ada jenazah yang tertahan 24 hingga 48 jam sehingga mengalami pembusukan.

Kondisi ini diketahui lantaran tim Satgas Covid-19 Provinsi Sulses kewalahan dalam melakukan pemakaman.

" Tim Satgas Covid-19 Provinsi kewalahan karena harus melayani tujuh rumah sakit milik Pemprov Sulsel, ditambah rumah sakit swasta yang ada di Makassar," ujar Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat dikutip dari pojoksatu.id, Rabu 28 Juli 2021.

1 dari 3 halaman

Mengurus 21 Jenazah

Arman mengatakan, timnya sudah bekerja secara maksimal namun tak dapat dipungkiri angka kematian akibat Covid-19 belakangan semakin tinggi. Dalam keterangannya, saat itu timnya tengah mengurus 21 jenazah di waktu yang bersamaan pada Sabtu, 24 Juli 2021.

" Satu jenazah itu butuh waktu sekitar 2 jam dan hari ini, kami mengurus sembilan kematian," tuturnya.

Arman juga telah meminta bantuan dari Satgas Covid-19 Makssar untuk proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19 yang berada di bawah naungan Pemkot, salah satunya RSUD Daya Makassar.

" Pemkot menyediakan tiga mobil ambulans jenazah, khusus untuk mengantar jenazah dari rumah sakit milik pemerintah kota, dan mengantar jenazah warga Kota Makassar yang meninggal di rumah," jelasnya.

Sebetulnya, tambah Arman, peran Satgas Covid-19 provinsi hanya membantu bila diperlukan. Tetapi selama ini, satgas provinsi menjalankan peran utama tanpa bantuan pemerintah kota.

" Kami sudah melakukan semaksimal mungkin. Tapi dengan meningkatnya kasus kematian belakangan ini, tentu butuh dukungan Pemkot Makassar. Apalagi kan sudah dikoordinasikan sebelumnya," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Jenazah Terlambat Dijemput

Dirut RSUD Daya Makassar, Ardin Sani, juga mengeluhkan lambannya proses penjemputan jenazah pasien Covid-19 oleh Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel. Akibatnya, jenazah bisa tertahan hingga 24 jam dan mengeluarkan bau busuk.

Ardin menjelaskan, pada Sabtu 24 Juli 2021 kemarin, ada tiga jenazah yang ditangani. Dua diantaranya orang yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah dan pihak RS Daya diberi tanggung jawab melakukan pemulasaraan jenazah.

" Seharusnya setelah melewati proses pemulasaraan, jenazah segera dijemput untuk dimakamkan. Namun sayang, jenazah baru dijemput Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Diminta Bersabar

Sementara itu, ada satu jenazah yang meninggal di RS Daya pada Senin 26 Juli 2021 kemudian langsung dilakukan proses pemulasaraan.

Dalam keterangan Ardin, jenazah tersebut baru dijemput Satgas Covid-19 Sulses pada Selasa pukul 01.00 Wita.

" Kami beberapa menghubungi media center Satgas Covid, namun kita disuruh bersabar karena disebutkan mereka sangat sibuk. Jenazah yang di RS Daya masuk dalam antrean 32 dari 52 jenazah yang ditangani," terang Ardin.

Beri Komentar