Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
© MEN
Dream - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk turut membangun peradaban dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Wapres, sejarah telah menunjukan Islam pernah menorehkan tinta emas dalam membangun peradaban.
Namun ketika dunia mulai memasuki babak baru peradaban dampak dari era globalisasi, lanjut Wapres, kontribusi dunia Islam mengalami era kemunduran.
" Para ulama dituntut mampu menjawab dinamika peradaban baru ini, yang di banyak sisi sangat berbeda dengan peradaban sebelumnya,” imbau Wapres dalam Muktamar Internasional I Fiqih Peradaban yang menjadi rangkaian Resepsi 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, Senin, 6 Februari 2023.
Menurut Ma'ruf, salah satu kemungkinan penyebab kemunduran tersebut boleh jadi berasal dari ketentuan dalam fikih yang yang tidak cocok lagi merespons peradaban saat ini. Untuk itu dibutuhkan konstruksi fikih baru yang lebih sesuai dengan peradaban saat ini.
" Peran ilmu pengetahuan sains sangat penting, dan bahkan ia berfungsi sebagai miftahul ‘imarah (kunci peradaban)," kata
Wapres menegaskan ketidaksepakatannya dengan pemikiran ilmu pengetahuan sebagai penyebab berbagai permasalahan di bumi.
" Sumber kerusakan dan kekacauan di muka bumi ini adalah nafsu serakah manusia yang menyalahgunakan ilmu pengetahuan," ungkapnya.
Selain ilmu pengetahuan, Wapres juga mengimbau umat Islam perlu menguasai teknologi untuk menghadapi arus globalisasi. Upaya itu bisa dilakukan dengan mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
Di era globalisasi ini, Ma’ruf juga mengajak seluruh ulama dunia responsif dalam menanggapi berbagai isu global. Sikap itu dibutuhkan agar ulama bisa ikut ambil bagian dalam perumusan tatanan global demi terwujudnya dunia yang lebih adil dan damai, dan sekaligus menyelesaikan persoalan-persoalan global yang dihadapi, terutama kemiskinan, konflik, perang, dan kerusakan lingkungan.
Dalam perspektif Islam, lanjut Wapres, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dapat dipandang sebagai lembaga yang memiliki konsensus internasional (al mitsaq al ‘alami). Hal tersebut berarti keputusan yang dibuat akan mengikat dan harus dipatuhi oleh seluruh negara yang menjadi anggota.
Namun dalam kenyataannya tak sedikit kesepakatan yang dilanggar hingga menimbulkan konflik antar negara. Seperti pendudukan Israel di Palestina, serangan multinasional terhadap Irak dan perang Rusia-Ukraina yang kemudian berdampak secara global.
Selain PBB, kalangan ulama dunia dengan pengaruhnya diharapkan dapat memainkan perannya dalam mewujudkan tatanan global yang lebih adil dan damai.
Wapres juga mengajak ulama dunia untuk ikut serta membantu wujudkan konsensus dasar tentang nilai-nilai dan perilaku yang diyakini semua agama atau yang disebutkan dengan etika global.
“ Dalam konteks ini, saya juga mengajak para ulama untuk terus mendorong terwujudnya substansi global ethics (etika global), yakni mutual understanding (saling memahami), mutual respect (saling menghormati), interdependence (saling ketergantungan), dan cooperation (kerja sama) di antara bangsa-bangsa di dunia," tambahnya.
(Sumber: Wapresri.go.id)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah