Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Saudi Laporkan Lagi 5 Kematian Baru Akibat MERS

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 9 Mei 2014 11:08
Saudi Laporkan Lagi 5 Kematian Baru Akibat MERS
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setelah melakukan misi lima hari ke Jeddah, menunjuk adanya pelanggaran dalam pencegahan dan pengendalian infeksi.

Dream - Arab Saudi telah mengumumkan lima kematian baru dari mereka yang tertular virus MERS. Selain itu dilaporkan adanya 14 kasus infeksi baru, sebagai babak lanjut petarungan untuk mencegah penyakit yang kini telah menewaskan 126 orang di negara itu. Demikian menurut lama Aljazeera, Jumat 9 Mei 2014.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setelah melakukan misi lima hari ke Jeddah, menunjuk adanya pelanggaran dalam  pencegahan dan pengendalian infeksi. Sehingga WHO merekomendasikan sejumlah langkah  pencegahan  atas peningkatan infeksi.

Menurut laporan Departemen Kesehatan setempat, penyakit yang pertama kali muncul di Arab Saudi pada September 2012 itu, kini telah menginfeksi 463 orang.  Jumlah terbesar dari laporan yang terdaftar di seluruh dunia berada di Arab Saudi.

WHO mengatakan kenaikan kasus MERS baru-baru ini dalam jumlah infeksi belum menunjukkan " perubahan signifikan dalam pola penyebaran virus."

" Sebagian besar infeksi dari manusia ke manusia terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan, " kata WHO. Lembaga kesehatan dunia ini juga  menambahkan bahwa seperempat dari semua kasus terjadi pada pekerja perawatan kesehatan dan mendesak mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka tentang penyakit ini.

Temuan ini menegaskan bahwa belum ada kebutuhan untuk memperkenalkan penelitian khusus pada titik-titik masuk ke Saudi, juga tidak ada kebutuhan untuk membatasi masuk ke negara tersebut.

Di tengah keresahan masyarakat tentang penyebaran virus, pejabat sementara Menteri Kesehatan Arab Saudi Adel Fakieh mengumumkan pada hari Selasa lalu pemecatan Kepala Rumah Sakit Raja Fahd Jeddah, karena terjadi lonjakan infeksi MERS di kalangan staf medis sehingga sempat memicu kepanikan.

MERS dianggap sebagai sepupu mematikan namun kurang menular dari virus SARS yang meletus di Asia pada tahun 2003 dan membuat  8.273 orang terinfeksi,  di mana sembilan persen di antaranya meninggal.

Sampai sekarang belum ada vaksin atau pengobatan antivirus untuk MERS, penyakit dengan angka kematian lebih dari 40 persen. Beberapa peneliti berpikir bahwa penyakit itu kemungkinan berasal dari unta.

Beri Komentar