Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Etihad Airways
Dream - Cepatnya penyebaran kasus pernafasan akut Middle East Respiratory Syndrome coronavirus (MERS-CoV) membuat khawatir sejumlah pemimpin negara. Penyakit yang berasal dari virus kelelawar dan unta ini sudah keluar Jazirah Arab. Sejumlah negara di benua lain pun mulai bersiaga.
Filipina merupakan salah satu negara yang mulai waspada. Kementerian Kesehatan Filipina baru saja memutuskan pemeriksaan kesehatan terhadap semua penumpang Etihad Airways dari Uni Emirat Arab yang mendarat di Manila pada 15 April 2014. Semua penumpang harus diambil darah dan diperiksakan ke rumah sakit.
Pejabat Kementerian Kesehatan Filipina, Herminio Coloma Jr menerima arahan dari Presiden Aquino untuk memastikan kondisi semua penumpang yang mendarat pad ahari ini. Seperti dilansir Phillipinestar, langkah ini diperlukan untuk memastikan virus MERS tidak memasuki negara tersebut.
" Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kami harus melakukan usaha preventif yang sederhana seperti pemeriksaan hidung dan tenggorokan gratis yang diperuntukkan bagi semua penumpang Etihad Airways nomor penerbangan EY 0424," tambah pria yang menjabat Presidential Communications Operations Office ini.
Dengan begitu, kata dia, pemerintah Filipina merasa lebih mudah mendeteksi dan memastikan apakah mereka terinfeksi atau memerlukan perawatan lebih lanjut. Kementerian Kesehatan Filipina mencatat ada 415 penumpang yang mendarat saat itu. Seorang penumpang diketahui positif MERS. Namun saat dites ulang untuk kedua kalinya ternyata hasilnya negatif. Saat ini penumpang itu tengah dalam tahap observasi oleh tim medis.
Saat ini baru 119 penumpang yang diperiksa. Sebanyak 73 penumpang telah diuji langsung, 40 diantaranya terbukti negatif sedangkan yang lainnya masih dalam proses pengujian lebih lanjut. Proses pengujian memerlukan waktu sekitar 9 hnigga 10 hari. Sehingga untuk hasil pengujian terhadap seluruh penumpang masih memerlukan waktu lebih lama. Sisa penumpang lainnya diharuskan untuk menyerahkan hasil pengujian laboratorium kepada pihak Kepolisian Nasional Filipina (PNP) untuk diselidiki.
pemerintah juga menyerukan kepada pekerja Filipina di Timur Tengah untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Terutama bagi mereka yang mengalami gejala yang mirip dengan indikasi flu.
Sekretaris Kementerian Kesehatan, Enrique Ona menegaskan semua orang yang berpergian ke Timur Tengah dianggap beresiko. Mengingat, masa inkubasi virus mencapai 14 hari. Meski begitu hingga kini belum ada larangan bepergian dan mengirimkan tenga kerja ke negara-negara di Timur Tengah. (Ervina Anggraini)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?