Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibadah Haji
Dream - Rencana untuk menjadi tamu Allah melalui ibadah haji merupakan impian semua muslim di seluruh dunia. Namun mengingat minat yang tinggi dan kuota yang tidak sebanding mengharuskan para calon jamaah haji bersabar menanti waktu keberangkatan.
Seperti halnya di Indonesia yang mengharuskan seorang calon jamaah haji untuk sabar menunggu waktu keberangkatan hingga memakan yang cukup lama. Bahkan bertahun-tahun. Hal ini bukan hanya dihadapi oleh umat muslim di Indonesia. Setidaknya Republik Dagestan mulai menerapkan sistem baru untuk menertibkan antrean calon jemaah haji.
Sebuah sistem elektronik baru dikembangkan untuk mempermudah calon jemaah haji berangkat ke Tanah Suci. Seperti dilansir Islam.ru, Kamis 8 Mei 2014, semua data calon jamaan haji akan tersimpan dalam sebuah daftar elektronik, yang sistemnya saat ini tengah diuji coba.
Sistem ini akan mempermudah setiap orang mendapatkan nomor antrean dan kepastian waktu keberangkatan. Seorang perwakilan dari Misi Haji Dagestan, Ahmad Habibov mengatakan karena berkurangnya kuota yang dialokasikan untuk Dagestan, maka tidak semua calon jamaah dapat diberangkatkan tahun ini. Sisa calon jamaaha haji lainnya akan mendapatkan kesempatan serupa tahun depan. Dan para calon jamaah akan mendapatkan nomor antrean.
Bagaimana sistem kerja antrean elektronik itu Menurut Habibov, semua kota harus membuat daftar dan menyiapkan data penting mengenai umat muslim yang hendak berangkat haji. Setelah data terkumpul, pihak berwenang meneruskan ke bagian Admnistrasi Spiritual Muslim Dagestan. Nantinya, petugas administrasi akan memasukkan tanggal dalam database elektronik.
Sistem baru ini dipastikan hanya diberlakukan bagi calon jamaah haji yang baru pertama kali. Tahun ini, Dagestan menerima kuota 6 ribu orang. Jumlah ini merupakan kuota terbesar sepanjang tahun. Sebanyak 16.400 calon jamaah akan sudah mendaftar.
Pada tahun 2013, sekitar 6.400 warga negara Dagestan diberangkatkan ke Mekah. Kuota yang sempat menurun seiring dengan keputusan Kerajaan Arab Saudi yang mulai merekonstruksi Masjidil Haram hingga kurun waktu empat tahun ke depan. (Ervina Anggraini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya