6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Logo WhatsApp Yang Dikabarkan Dilarang Oleh Iran (Times Of Oman)
Dream - Presiden Iran Hassan Rouhani dikabarkan telah memveto rencana untuk melarang WhatsApp, sebuah layanan populer pesan singkat yang tengah naik daun di dunia. Demikian laporan Times of Oman, Rabu 7 Mei 2014.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Iran bakal melarang rakyatnya untuk menggunakan WhatsApp.
Pengumuman itu terjadi setelah dua bulan lalu raksasa sosial media Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai fantastis US$19 miliar. Pembelian layanan chatting itu dilakukan dalam bentuk tunai dan saham.
" Aplikasi itu kini telah menjadi milik Mark Zuckerberg (sang pendiri Facebook) yang merupakan 'seorang Zionis Amerika'," kata Abdolsamad Khorramabadi, Ketua Komisi Penanggulangan Kejahatan Internet Iran dilansir FoxNews, Senin 5 April 2014.
Akses ke jejaring sosial, termasuk Twitter dan Facebook, secara rutin diblokir oleh pemerintah Iran, seperti situs-situs lain karena dianggap tidak Islami atau merugikan rezim.
Kebijakan itu kontroversial dan usulan untuk menyensor WhatsApp telah menyebabkan perpecahan antara pemerintahan Rouhani dan Komite 13 -anggota yang bertanggung jawab atas sensor internet.
Harian reformis Sharq melaporkan bahwa Rouhani telah memerintahkan menghentikan rencana pelarangan yang diusulkan pada layanan pesan gratis itu.
" Masalah melarang WhatsApp telah dibesar-besarkan. Presiden telah memerintahkannya untuk dihentikan," kata Menteri Telekomunikasi Mahmoud Vaezi seperti dikutip harian Sharq.
" Sampai saat kami memiliki pengganti untuk situs-situs tersebut, pemerintah akan menentang sensor terhadap mereka," katanya.
Menurut seorang pejabat di kementerian telekomunikasi, larangan tersebut telah disetujui oleh komite sensor tetapi belum diimplementasikan.
Pejabat pemerintah telah menyuarakan dukungan untuk mengangkat larangan yang lebih luas di situs-situs media sosial.
Rouhani telah berjanji melakukan toleransi yang lebih besar pada aspek sosial, budaya dan media -sumpah yang membantunya mengalahkan lawan dari kubu konservatif dalam pemilihan presiden tahun lalu.
Namun pemerintah telah menghadapi perlawanan dari kelompok garis keras. Kelompok ini menentang arus itu dan menginginkan kembali sensor tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
