Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Presiden Iran Batalkan Rencana Pelarangan WhatsApp

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Mei 2014 16:37
Presiden Iran Batalkan Rencana Pelarangan WhatsApp
Akses ke jejaring sosial, termasuk Twitter dan Facebook, secara rutin diblokir oleh pemerintah Iran, seperti situs-situs lain karena dianggap tidak islami atau merugikan rezim.

Dream - Presiden Iran Hassan Rouhani dikabarkan telah memveto rencana untuk melarang WhatsApp, sebuah layanan populer pesan singkat yang tengah naik daun di dunia. Demikian laporan Times of Oman, Rabu 7 Mei 2014.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Iran bakal melarang rakyatnya untuk menggunakan WhatsApp.

Pengumuman itu terjadi setelah dua bulan lalu raksasa sosial media Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai fantastis US$19 miliar. Pembelian layanan chatting itu dilakukan dalam bentuk tunai dan saham.

" Aplikasi itu kini telah menjadi milik Mark Zuckerberg (sang pendiri Facebook) yang merupakan 'seorang Zionis Amerika'," kata Abdolsamad Khorramabadi, Ketua Komisi Penanggulangan Kejahatan Internet Iran dilansir FoxNews, Senin 5 April 2014.

Akses ke jejaring sosial, termasuk Twitter dan Facebook, secara rutin diblokir oleh pemerintah Iran, seperti situs-situs lain karena dianggap tidak Islami atau merugikan rezim.

Kebijakan itu kontroversial dan usulan untuk menyensor WhatsApp telah menyebabkan perpecahan antara pemerintahan Rouhani dan Komite 13 -anggota yang bertanggung jawab atas sensor internet.

Harian reformis Sharq melaporkan bahwa Rouhani telah memerintahkan menghentikan rencana pelarangan yang diusulkan pada layanan pesan gratis itu.

" Masalah melarang WhatsApp telah dibesar-besarkan. Presiden telah memerintahkannya untuk dihentikan," kata Menteri Telekomunikasi Mahmoud Vaezi seperti dikutip harian Sharq.

" Sampai saat kami memiliki pengganti untuk situs-situs tersebut, pemerintah akan menentang sensor terhadap mereka," katanya.

Menurut seorang pejabat di kementerian telekomunikasi, larangan tersebut telah disetujui oleh komite sensor tetapi belum diimplementasikan.

Pejabat pemerintah telah menyuarakan dukungan untuk mengangkat larangan yang lebih luas di situs-situs media sosial.

Rouhani telah berjanji melakukan toleransi yang lebih besar pada aspek sosial, budaya dan media -sumpah yang membantunya mengalahkan lawan dari kubu konservatif dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Namun pemerintah telah menghadapi perlawanan dari kelompok garis keras. Kelompok ini menentang arus itu dan menginginkan kembali sensor tersebut.

Beri Komentar