Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viurs MERS
Dream - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengkonfirmasi adanya kasus MERS di negara bagian Indiana pada Jumat, 2 Mei 2014. Dengan demikian ini pertama kalinya seorang pasien yang terjangkit MERS teridentifikasi di Amerika Serikat, kata pejabat CDC seperti dikutip LA Times, Rabu 7 Mei 2014.
" CDC telah bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Indiana dan pihak rumah sakit untuk merespon dan melakukan investigasi secara cepat terhadap situasi ini untuk mencegah penyebaran virus," kata Dr. Anne Schuchat, Direktur National Center for Immunization and Respiratory Diseases.
Kasus MERS di Amerika muncul setelah seorang pekerja kesehatan baru saja pulang dari tempat kerjanya di Riyadh, Arab Saudi. Sebelumnya, pria tersebut naik pesawat pada 24 April tujuan London, kemudian ia terbang ke Chicago dan meneruskan perjalanan ke Indiana dengan menggunakan bis. Pada tanggal 27 April, pria tersebut mulai menderita sesak nafas, batuk-batuk dan demam, yang merupakan gejala umum bagi orang yang tertular virus MERS.
Pada hari berikutnya, ia dilarikan ke ruang ICU di sebuah rumah sakit di Indiana. Berdasarkan gejala dan sejarah perjalanannya, pasien tersebut terindikasi tertular virus MERS (MERS-CoV). Ia kemudian dimasukkan ruang isolasi dan kondisinya dinyatakan stabil.
MERS pertama kali muncul pada dua tahun lalu di Arab Saudi. Virus tersebut diduga berasal dari unta sebelum menular ke manusia. Sejak itu, penyakit ini telah menyerang 262 orang yang tersebar di 12 negara, dan menurut Badan Kesehatan Dunia WHO 93 di antaranya meninggal dunia.
Lebih dari 100 kasus MERS telah dilaporkan oleh departemen kesehatan berbagai negara dan itu belum termasuk jumlah total yang diketahui WHO.
" Kami tidak mengetahui pasti dari mana virus ini berasal atau bagaimana ia menular," tambah Schuchat.
Pejabat CDC juga mengatakan sejak bulan Maret telah terjadi peningkatan kecil jumlah kasus MERS yang dilaporkan berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
" Dalam dunia di mana kita selalu berinteraksi ini, virus MERS telah memasuki Amerika Serikat dan kami telah siap menghadapinya," kata Schuchat.
Berita ini muncul kira-kira seminggu setelah Mesir mengumumkan kasus MERS pertama mereka, di mana seorang laki-laki berusia 27 tahun telah melakukan perjalanan ke Riyadh. Dan berita itu muncul lima jam setelah Arab Saudi mengumumkan lima orang tewas akibat virus MERS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya