Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - AS (50) pria asal Nusa Dua, Bali yang diduga terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) akhirnya meninggal dunia. AS yang baru pulang dari ibadah umroh di Tanah Suci itu sebelumnya menjalani perawatan di ruang isolasi RS Umum Pusat Sanglah, Denpasar.
" AS meninggal dunia pukul 00.20 dini hari tadi waktu setempat. Gejala yang dialami dia sesak napas, batuk sejak empat hari lalu disertai demam mencapai 36 derajat Celcius," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya saat dihubungi Dream.co.id, Selasa 7 Mei 2014.
AS kembali dari Tanah Suci ke Bali pada 3 April 2014 lalu. Selang tujuh hari kemudian, AS mengeluh sesak nafas, batuk serta deman. " Dia langsung dirujuk ke RS Sanglah dan sejak kemarin masuk ke ruang isolasi," ujar Suarjaya.
Dari gejala itu, ditambah riwayat pernah mengunjungi Arab Saudi, AS diduga terjangkit virus tersebut. Arab Saudi merupakan wilayah utama penyebaran virus mematikan yang berasal dari kelelawar dan unta itu.
" Tapi untuk lebih pasti kita masih menunggu hasil labotarium. Dokter yang menanganinya mengatakan AS juga punya riyawat penyakit paru kronis dan jatung," jelasnya.
Sebelumnya, kata Suarjaya, pasien terduga terjangkit virus MERS pertama kali di Bali yang dirawat merupakan warga asal Arab Saudi. Pasien kedua adalah warga Bali yang memiliki riwayat umroh sebelum sakit. Namun, setelah diperiksa secara menyeluruh keduanya dinyatakan negatif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya