Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perkembangan teknologi dan sosial media makin tak terbendung. Penggunanya dari banyak kalangan, termasuk anak-anak. Kehadiran aplikasi sosial media sebenarnya tak melulu berdampak negatif, jika tepat justru baik untuk perkembangan si anak.
Bukik Setiawan seorang psikolog dan penggiat pendidikan digital berpendapat sosial media mampu mengembangkan bakat dan kemampuan anak. Dia pun tergerak mengembangkan aplikasi Takita, sebuah aplikasi sosial media yang ditujukan untuk menemukan dan mengembangkan bakat anak berusia 6-12 tahun.
Aplikasi ini akan mengasah tiga kecerdasan majemuk anak melalui beragam aktivitas offline yang dapat diakses melalui perangkat pintar berbasis iOS. Sejumlah aktivitas dan tantangan yang terasa sulit diselesaikan telah didukung materi pendukung untuk dipelajari terlebih dahulu oleh anak.
Sejumlah tantangan dapat diselesaikan melalui proses interaksi dengan anak lain. Dalam lingkaran pertemanan yang terjalin di Takita, anak dapat menemukan teman lain yang memiliki kesamaan minat atau kecerdasan majemuk.
Lingkaran pertemanan pun dibuat serba digital, belajar bisa di mana saja dan kapan saja. Belajar tidak lagi terbatas sekat-sekat ruang maupun lonceng jam masuk. Anak belajar dengan melakukan aktivitas offline yang dibagikan secara online melalui peralatan digital.
Beragam tantangan dapat diakses secara offline, sedangkan aktivitas online hanya dapat digunakan oleh anak untuk berbagi pengalaman dan hasil aktivitas offline mereka.
Penggunaan fitur kamera untuk memotret atau merekam video dan diunggah ke aplikasi Takita juga dapat menjadi salah satu cara menemukan kecerdasan majemuk pada anak. Hal ini menjadi salah satu cara bagi orang tua untuk menelusuri dan mengembangkan bakat yang dimiliki anak.
Untuk memantau dan mengetahui tingkat ketergantungan anak pada gadget, orang tua bisa login ke aplikasi Takita untuk mengakses halaman orang tua. Pada halaman itu, orang tua bisa memonitor semua aktivitas dan perkembangan kecerdasan majemuk anak yang bisa dikomunikasikan secara positif ke anak.
Meskipun sudah dapat diunduh secara gratis di AppStore, ada sejumlah tantangan yang berbayar. Namun dapat dipastikan jika semua proses pembayaran hanya dapat dilakukan oleh orang tua. Penasaran? langsung saja coba aplikasi sosial media buatan anak bangsa ini.
(Ervina Anggraini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya