Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Arab Saudi Catat Lebih dari 400 Kasus MERS

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Mei 2014 16:08
Arab Saudi Catat Lebih dari 400 Kasus MERS
Hingga saat ini, jumlah yang tewas akibat terjangkit virus MERS telah mencapai 115 orang. Kebanyakan yang tertular adalah para pekerja kesehatan asing.

Dream – Virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) masih terus merangsek Arab Saudi. Perkembangan terakhir, sebanyak 18 orang dilaporkan tertular virus Sindrom Pernafasan Timur Tengah itu, sehingga menambah jumlah kasus menjadi 414 kasus, di mana lebih dari seperempatnya meninggal dunia.

Kasus yang baru dilaporkan dua hari lalu ini terjadi di Riyadh, Jeddah dan di dua kota suci Mekah dan Madinah. Demikian dilaporkan laman Voice of America, Rabu 7 Mei 2014.

Penyebaran virus mematikan ini telah membetot perhatian pemerintah Arab Saudi. Pasalnya, jutaan umat Islam akan menjalankan umroh di Mekah dan Madinah pada bulan Juli selama Ramadan, selain ibadah haji pada bulan Oktober.

Hingga saat ini, jumlah yang tewas akibat terjangkit virus MERS telah mencapai 115 orang. Kebanyakan yang tertular adalah para pekerja kesehatan asing.

Badan Kesehatan Dunia WHO melaporkan adanya kasus baru di Jordan pada Senin, 5 Mei 2014. Pasien tersebut seorang laki-laki berusia 28 tahun berasal dari Arab Saudi. Ia merupakan saudara dari seseorang yang sebelumnya terserang virus MERS.

Negara-negara seperti Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman dan Tunisia serta beberapa negara Eropa juga telah melaporkan kasus MERS sejak virus ini muncul.

Pada Senin, 5 Mei 2014, Mesir masih menyelidiki apakah seorang nenek berusia 60 tahun meninggal karena mengidap MERS.

Pekan lalu, Amerika Serikat juga telah melaporkan adanya virus MERS yang dibawa oleh seseorang yang baru saja tinggal di Arab Saudi. Sebelumnya, Mesir juga telah mengumumkan kasus MERS pertamanya.

Penularan MERS di Arab Saudi telah meningkat dua kali lipat sejak bulan April lalu. Jumlah kematian pasien akibat virus ini meningkat meski pada tingkat yang lebih lambat.

MERS disebabkan oleh sejenis virus corona sama seperti SARS, meski tidak seganas SARS. Meski tidak mudah menular antar sesama manusia, virus MERS dapat menyebabkan demam, batuk, sesak napas dan pneumonia. WHO sampai saat ini belum menyarankan pembatasan perjalanan dari dan ke Arab Saudi.

Beri Komentar