Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream – Virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) masih terus merangsek Arab Saudi. Perkembangan terakhir, sebanyak 18 orang dilaporkan tertular virus Sindrom Pernafasan Timur Tengah itu, sehingga menambah jumlah kasus menjadi 414 kasus, di mana lebih dari seperempatnya meninggal dunia.
Kasus yang baru dilaporkan dua hari lalu ini terjadi di Riyadh, Jeddah dan di dua kota suci Mekah dan Madinah. Demikian dilaporkan laman Voice of America, Rabu 7 Mei 2014.
Penyebaran virus mematikan ini telah membetot perhatian pemerintah Arab Saudi. Pasalnya, jutaan umat Islam akan menjalankan umroh di Mekah dan Madinah pada bulan Juli selama Ramadan, selain ibadah haji pada bulan Oktober.
Hingga saat ini, jumlah yang tewas akibat terjangkit virus MERS telah mencapai 115 orang. Kebanyakan yang tertular adalah para pekerja kesehatan asing.
Badan Kesehatan Dunia WHO melaporkan adanya kasus baru di Jordan pada Senin, 5 Mei 2014. Pasien tersebut seorang laki-laki berusia 28 tahun berasal dari Arab Saudi. Ia merupakan saudara dari seseorang yang sebelumnya terserang virus MERS.
Negara-negara seperti Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman dan Tunisia serta beberapa negara Eropa juga telah melaporkan kasus MERS sejak virus ini muncul.
Pada Senin, 5 Mei 2014, Mesir masih menyelidiki apakah seorang nenek berusia 60 tahun meninggal karena mengidap MERS.
Pekan lalu, Amerika Serikat juga telah melaporkan adanya virus MERS yang dibawa oleh seseorang yang baru saja tinggal di Arab Saudi. Sebelumnya, Mesir juga telah mengumumkan kasus MERS pertamanya.
Penularan MERS di Arab Saudi telah meningkat dua kali lipat sejak bulan April lalu. Jumlah kematian pasien akibat virus ini meningkat meski pada tingkat yang lebih lambat.
MERS disebabkan oleh sejenis virus corona sama seperti SARS, meski tidak seganas SARS. Meski tidak mudah menular antar sesama manusia, virus MERS dapat menyebabkan demam, batuk, sesak napas dan pneumonia. WHO sampai saat ini belum menyarankan pembatasan perjalanan dari dan ke Arab Saudi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang