Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Merebaknya kasus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS) membuat banyak negara mulai fokus melakukan tindakan pencegahan serta menghentikan penyebaran virus tersebut.
Namun berbeda dengan Oman. Negara yang ada di Timur Tengah ini masih santai dalam menghadapi merebaknya kasus MERS.
Diberikan Times of Oman, Rabu 5 Mei 2014, pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Oman, Abdallah Assaedi mengatakan, saat ini memang belum ada kasus baru terkait MERS-CoV di Oman.
Namun, Abdallah membantah jika Oman dinilai santai dan belum melakukan tindakan apapun terkait wabah MERS. " Kita mulai memantau situasi penyebaran virus MERS dengan sangat hati-hati," ujar dia.
Hingga kini diketahui sudah ada dua kasus MERS yang terkait dengan Oman. " Seorang warga negara Oman yang menetap di Uni Emirat Arab telah didiagnosa dan empat kasus warga negara lokal yang memiliki sejarah pernah menetap di Oman," katanya.
Kata dia, sebelumnya memang ada seorang wanita yang dirawat di Rumah Sakit Khoula yang diduga terjangkit MERS. Namun setelah diperiksa dan cek di laboratorium hasilnya negatif.
Menurut salah satu pejabat Departemen Kesehatan Oman, sistem pengawasan berfungsi sangat baik dan siap mendeteksi penyebaran MERS. Tapi untuk mempermudah, warga diminta lebih aktif jika menemukan kasus yang dicurigai Mers.
" Tidak ada alasan untuk panik menanggapi merebaknya kasus MERS," ujar dia menegaskan.
(Ervina Anggraini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya