Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Anak Sedang Memainkan Suit Jepang (playworks.org)
Dream - Ilmuwan di negeri Tirai Bambu mengklaim telah berhasil memecahkan rahasia dari permainan suit Jepang (batu, gunting dan kertas).
Menurut para ilmuwan dari Zhejiang University, Hangzhou, China, orang-orang yang melakukan permainan ini cenderung membuat pola.
Dalam penelitiannya, mereka merekrut 360 siswa, kemudian membagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing harus memainkan 300 putaran permainan.
Pemenang dalam permainan ini cenderung memiliki urutan pola yang tidak urut, sementara orang-orang yang kalah cenderung mengikuti pola " batu-kertas-gunting" .
Sebelumnya diyakini para pemain akan cenderung menggunakan urutan batu-kertas-gunting.
Teori pilihan acak dalam permainan ini dicetuskan oleh John Forbes Nash Jr. Sosoknya dan kisah hidupnya digambarkan dalam film A Beautiful Mind.
Studi yang dilakukan baru-baru ini juga menawarkan kesempatan untuk dapat menebak kemungkinan langkah berikutnya dan strategi yang akan diambil oleh lawan main.
Teori untuk menebak kemungkinan dalam permainan ini dinamakan " win-stay lose-shift" , strategi yang dikenal dalam teori permainan sebagai respons bersyarat---terdapat di dalam sistem otak manusia.
" Permainan batu-gunting-kertas menunjukan gerakan siklik kolektif yang tidak dapat dijelaskan oleh teori permainan yang dikembangkan Nash," tulis para Ilmuwan itu dalam sebuah laporan.
" Apakah respon bersyarat adalah mekanisme pengambilan keputusan dasar dari otak manusia atau hanya konsekuensi dari mekanisme saraf? Pertanyaan ini cukup menantang untuk studi lanjutan" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya