Drama Menegangkan Penembakan Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 26 Maret 2019 08:00
Drama Menegangkan Penembakan Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud
Pelakunya merupakan kerabat kerajaan. Motif balas dendam dituding jadi alasan di balik aksi tersebut.

Dream - 45 tahun yang lalu, tepatnya pada 25 Maret 20 1974, Arab Saudi menghadapi kabar mengejutkan. Sang Raja, Faisal bin Abdulaziz Al Saud ditembak keponakannya, Faisal bin Musaid.

Peristiwa penembakan itu terjadi di suatu pertemuan. Saat itu, Raja Faisal sedang menggelar openhouse agar warga dapat masuk dan mengajukan petisi.

Sebelum prosesi dimulai, terlihat Pangeran Faisal berbincang dengan perwakilan Kuwait di ruang tunggu. Awal pertemuan itu berjalan biasa.

Raja Faisal mencium Pangeran Faisal, yang disebut baru saja kembali dari Amerika Serikat. Tapi, pada saat bersamaan, Pangeran Faisal mengambil pistol dan menembak Raja Faisal.

Dilaporkan BBC, tembakan pertama mengenai dagu raja sementara peluru kedua mengenai telinganya. Tembakan itu sontak membuat pengawal Raja Faisal bereaksi. Pengawal itu memukul Pangeran Faisal dengan pedang yang masih tersarung.

Niat untuk membunuh Pangeran Faisal terhenti saat Menteri Perminyakan, Zaki Yamani berteriak agar Pangeran Faisal tak dibunuh.

Raja Faisal segera dibawa ke rumah sakit. Tetapi, perawatan medis tak menolongnya.

 

1 dari 1 halaman

Balas Dendam Karena Hapus Perbudakan?

The Guardian mendeskripsikan, pembunuhan itu dilakukan oleh `pria yang tidak waras`.

Tetapi, setelah persidangan berlangsung, Pangeran Faisal dinyatakan sehat. Dia mendapat hukuman mati. Dia dipenggal di lapangan umum di Riyadh.

Usai kematian itu, salah satu teori mengenai motif penembakan Raja Faisal yaitu balas dendam. Pangeran Faisal konon membunuh Raja Faisal untuk menuntaskan kematian Pangeran Khalid bin Musaid.

Pangeran Khalid ditembak mati polisi karena diduga membuat protes dengan kekerasan karena upaya reformasi Arab Saudi yang dibuat Raja Faisal. Seperti diketahui, Raja Faisal dianggap sebagai raja yang memodernisasi Arab Saudi dengan diizinkannya televisi dan pembangungan sejumlah fasilitas agama.

Dia juga dikenal menghilangkan perbudakan. Melalui dekrit, Raja Faisal mengeluarkan penghapusan total perbudakan pada 1962.

Sebanyak 1.682 budah dibebaskan. Arab Saudi menanggung biaya pelepasan budak tersebut dengan biaya US$2.000, atau setara Rp28,4 juta per orang.(Sah)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik