Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Petinggi KPAI Pusat Memberikan Keterangan Mengenai Kasus Yang Menimpa AY (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Pontianak dan pihak sekolah sepakat akan memperhatikan hak pendidikan A dan juga para pelaku kekerasan.
Seperti diketahui A adalah siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban pengeroyokan dari siswa SMA. Polisi telah menetapkan tiga orang siswa SMA sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
" Pernyataan sekolah lebih positif dan tidak mencampuri (proses hukum)," ujar Retno di Gedung KPAI Jakarta, Senin, 15 April 2019.
Retno berujar, pihak sekolah menyatakan anak-anak yang menjadi korban dan pelaku memiliki catatan baik di sekolahnya. Sehingga, tidak ada alasan untuk menghilangkan hak atas pendidikannya.
" Anak-anak ini ketika di sekolah catatannya baik, baik kepada anak korban dan anak pelaku," ucap dia.
Selain itu, KPAI berperan kepada pihak sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa lain. Sehingga, nantinya ketika korban dan pelaku kembali ke sekolah pelaku dan korban tidak mendapat perundungan.
" Kami berharap anak-anak ini dilindungi dari pem-bully-an di lingkungan sekolah," kata dia.
Sementara itu, Ketua KPAI, Susanto juga meminta warganet untuk berhenti menyerang korban dan pelaku.
" Agar masyarakat luas dan netizen tidak membangun narasi dan menyampaikan informasi yang tidak tepat," ujar Susanto.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya