Ilustrasi
Dream - Berita bohong atau hoax dari hari ke hari semakin berkembang pesat. Menanggapi kondisi itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta umat Islam agar berhati-hati.
Sebab, ajaran dan etika dalam Islam mengajarkan penyampaian informasi yang bermanfaat dan penuh perdamaian.
" Islam melarang umatnya melakukan kebohongan, menyebarluaskan fitnah dan permusuhan," kata Mu'ti di kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, kemarin.
Menurut Mu'ti, penyampaian pendapat merupakan hak warga negara. Tetapi, penyampaian pendapat harus disampaikan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
" Tidak ada satupun wilayah yang bebas hukum, meskipun itu menyampaikan pendapat di muka umum maupun media sosial," ucap dia seperti dilansir laman muhammadiyah.or.id.
Mu'ti menganjurkan pemerintah untuk mengatur penyediaan dan penggunaan informasi. Tetapi, aturan yang dibuat tidak boleh membatasi hak warga negara dalam berpendapat.
“ Kepentingan menjaga ketertiban tidak boleh membuat bangsa Indonesia surut ke belakang, terutama dalam konteks membangun masyarakat madani,” tambah Mu’ti. (Ism)
Advertisement
Mikroplastik Masuk Tubuh Ibu Hamil dan Plasenta Janin di Makassar

5 Persen Bisa Mengubah Wajah Senayan, Siapa Bertahan?

Siti Hasmah Wafat di Usia 100 Tahun, 70 Tahun Temani Mahathir

Festival Musik Lebih Ramah Lingkungan, Intip Cara Seru Coachella dan Glastonbury

Safari Politik Jokowi: Dari Solo ke PSI


Dari Svarnadwipa, Andalas, Samudera, hingga Sumatera, Banyak Nama untuk Satu Pulau

12 Tanda Awal Gangguan Pendengaran yang Sering Diabaikan dan Kerap Tak Disadari

Dikenal Penggemar Ular, Ilmuwan Namai Spesies Baru dari Papua Nugini dengan Nama Slash Guns N’ Roses


Kanker Prostat Sering Tak Bergejala, Bagaimana Cara Mendeteksinya Sejak Dini?

Manusia Sudah Ada di Bumi Sejak Kapan? Jawabannya Bisa 315 Ribu hingga 7 Juta Tahun

Mikroplastik Masuk Tubuh Ibu Hamil dan Plasenta Janin di Makassar