Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Savita Karende Bersama Sang Buah Hati.
Dream - Memiliki seorang anak merupakan suatu anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Begitu juga yang dirasakan Savita Karende. Wanita yang mengalami penyakit aneh, Werewolf Syndrome.
Ini merupakan penyakit langka yang juga biasa disebut Hypertrichosis, yang berarti rambut berlebih. Pengidap penyakit ini memiliki kelainan genetik sejak lahir ataupun faktor eksternal ,seperti efek samping obat-obatan.
Savita mengalami kelainan itu sejak lahir. Dukungan keluarga menjadi hal terpenting dalam hidupnya. Tumbuh menjadi manusia tidak normal membuat Savita sempat dirundung rasa minder berkepanjangan. Hingga suatu hari datang seorang laki-laki jatuh cinta dan menerima Savita apa adanya.
Milind, menjadi sosok pria hebat di mata Savita. Karena Milind mau menerima kekurangan yang dimiliki. Keluarga Savita sempat ragu akan ketulusan Milind. Ibunda khawatir Savita akan sia-siakan Milind.
Tak berlangsung lama setelah beberapa bulan pernikahannya, Savita positif hamil. Rasa bahagia bercampur takut menyelimuti kedua pasang itu. Keluarga sangat bahagia saat mengetahui kabar itu. Ibunda Savita turut diselimuti rasa kekhawatiran mendalam akan sindrom ini.
Benar saja. Ketakutan Savita dan keluarga, anak yang dilahirkan memiliki kesamaan, mengidap Werewolf syndrome. Betapa hancur hati Savita saat tahu kondisi anaknya yang serupa.
Milind terus membesarkan hati Savita dan berjanji memberikan pengobatan yang lebih baik untuk si buah hati. Sejak saat itu Savita bertekad harus membesarkan sang anak agar kelak menjadi seseorang yang kuat. Savita terus berharap dunia kedokteran akan menemukan obat untuk membantu menyembuhkan pengidap penyakit ini. (Ism, Sumber : gulfnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya