Sepatu Terinjak Anak Kecil, Wanita Ini Ngamuk di Pesawat

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 30 Desember 2018 11:12
Sepatu Terinjak Anak Kecil, Wanita Ini Ngamuk di Pesawat
Pesawat sampai delay 50 menit.

Dream - Penerbangan Garuda Indonesia GA 863 rute Hong Kong-Jakarta mengalami penundaan hingga 50 menit.  Bukan kondisi alam maupun pesawat, melainkan seorang wanita muda. 

Wanita tersebut mengamuk di dalam pesawat karena masalah sepele. Sepatunya terinjak bocah kecil secara tidak sengaja.

Video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan kerumunan di kabin pesawat.

 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Bandung Terkini (@bandungterkini) on


Wanita yang tidak terima sepatunya terinjak terlihat memaki dalam bahasa Inggris. Orang tua anak kecil tidak terima sehingga pertikaian makin panas.

Akibat keonaran ini, pesawat sempat delay lima puluh menit.

Penumpang wanita pada akhirnya berhasil diturunkan meski sebelumnya memberikan perlawanan. Ia melempar selimut hingga menjambak rambut penumpang lain.

Kapten pesawat kemudian menahan si wanita. Setelah diselidiki, ternyata wanita yang belum diketahui identitasnya tersebut dalam kondisi di bawah pengaruh minuman alkohol.

"Ketiga petugas kabin kru berusaha menenangkan, diketahui ternyata penumpang tersebut sedang dalam keadaan mabuk serta tercium bau alkhohol pada saat penumpang berbicara," kata Ikhsan Rosan, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, dalam siaran pers yang diterima .

Awak pesawat juga telah melakukan koordinasi dengan petugas keamanan di bandara Hong Kong atas kejadian tersebut.

1 dari 4 halaman

Astaga! Mesin Pesawat Terlepas Saat Terbang

Dream - Insiden mengerikan penerbangan terekam kamera. Pada Jumat 30 November 2018, penerbangan Frontier Airlines dari Las Vegas ke Florida, Amerika Serikat (AS), mengalami masalah.

Penutup mesin pesawat itu terlepas ketika lepas landas. Sehingga pesawat berbalik arah ke Bandara Internasional McCarran, Las Vegas, pukul 07.27 waktu setempat.

Dikutip dari USA Today, Senin 3 Desember 2018, Frontier Flight 260 berangkat ke Tampa, Florida, pukul 07.12 waktu setempat. Terdapat 171 penumpang dan enam awak dalam pesawat tersebut.

Beruntung tidak ada korban terluka dalam insiden itu. Fontier memastikan semua awak selamat. Juru Bicara Fontier, Allison Redmon, mengatakan, bagian penutup mesin, atau disebut cowling, itu lepas dan terpisah dari pesawat.

" Pilot kami mengikuti prosedur dan segera kembali ke bandara," kata dia.

" Mesin pesawat Airbus 320 itu tetap beroperasi normal. Pesawat mendarat dengan selamat. Keselamatan adalah prioritas utama kami di Frontier Airlines dan kami ingin mengakui profesionalisme pilot dan pramugari kami," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Penumpang Selamat dan Diberi Voucher

Salah seorang penumpang, CJ Gunnerson, membagikan foto kerusakan pesawat itu ke seorang reporter televisi ABC10 di Sacramento, California, Brandon Rittiman. Foto itu kemudian dibagikan Rittiman ke Twitter dan mengutip pernyataan Gunnerson.

" (Penumpang) melompat, menjerit, terbentur atap. Berteriak, hentikan," tulis Rittiman.

Frontier segera memberikan kompensasi ke penumpang begitu pesawat mendarat. Maskapai itu ingin memastikan para penumpang dapat sampai tujuan secepat mungkin.

Para penumpang juga diberikan pengembalian uang dan voucher penerbangan Frontier sebesar US$500, setara Rp7,1 juta.

3 dari 4 halaman

Sebelum Lion Air JT610 Jatuh, Hidung Pesawat Naik Turun

Dream - Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT) merilis data kondisi pesawat JT 610 rute Jakarta-Tanjungpinang, sebelum jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018.

KNKT mencatat, pesawat jenis Boeing 737-MAX 8 itu sudah mengalami kerusakan pada penerbangan sebelumnya, saat terbang dari Denpasar ke Jakarta. Ketika melakukan pemeriksaan sebelum penerbangan, Pilot in Command (PIC), atau pilot, melakukan diskusi dengan tim teknis. Ternyata ada sensor Angel of Attack (AoA) --sudut antara sayap pesawat dan aliran udara yang melewatinya-- yang diganti dan telah diuji.

" Digital Flight Data Recorder (DFDR) mencatat adanya stick shaker yang aktif pada saat pesawat lepas landas," ujar Ketua Sub Komite Invesitasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, Rabu 28 November 2018.

Pada ketinggian 400 feet saat terbang dari Denpasar ke Jakarta itu, pilot menyadari adanya warning Ias Disagree atau peringatan kecepatan pesawat pada primary flight display (PFD). Setelah itu pilot mengalihkan kendali pesawat pada second in command (SIC), atau kopilot, serta membandingkan dengan petunjuk pada PFD.

" PIC melakukan deklarasi 'PAN PAN' karena mengalami kegagalan pada instrumen kepada petugas pemandu lalulintas penerbangan Denpasar dan meminta untuk melanjutkan arah terbang, searah dengan landasan pacu," ucap dia.

Ketika itu, pesawat berhasil mendarat di Jakarta dengan selamat, petugas kemudian membersihkan air data module (ADM) dan state port kiri untuk memperbaiki IAS dan ALT Disagree dan dilakukan tes di darat dengan hasil tidak ada masalah.

4 dari 4 halaman

AoA Kanan dan Kiri Beda 20 Derajat

Teknisi juga melakukan perbaikan sambungan kelistrikan pada elevator feel computer dan saat diuji hasilnya baik. Setelah itu, pada 29 Oktober 2018 pukul 06.20 WIB di Bandara Soekarno-Hatta, DFDR merekam adanya perbedaan antara Angle of Attack kiri dan kanan sekitar 20 derajat. Perbedaan itu terjadi terus menerus hingga DFDR berhenti merekam data.

Ketika terbang, pilot menanyakan kecepatan dan ketinggian pesawat kepada petugas pemandu lalulintas. Pilot juga melaporkan adanya flight control problem kepada petugas.

Setelah flaps dinaikkan, DFDR merekam trimming aircraft nose down (trim AND) --tanda hidung pesawat turun-- otomatis aktif diikuti dengan input dari pilot untuk melakukan trim aircraft nose up (ANU) --menaikkan hidung pesawat. Trim AND otomatis berhenti ketika flaps diturunkan.

Saat flaps dinaikkan kembali, trim AND otomatis dan input dari pilot untuk melakukan ANU, terjadi kembali dan berlanjut selama penerbangan. Kondisi naik turunnya hidung pesawat terus berlanjut hingga DFDR berhenti merekam data.

" Sampai dengan laporan ini diterbitkan, cockpit voice recorder (CVR) masih belum ditemukan," ujar Nurcahyo.

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi