Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tampilan SARS-CoV-2 Dalam Format 3D (CGTN)
Dream - Tim riset virus corona yang beranggotakan para peneliti dari China Tshinghua University, King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), dan Austrian Company Nanograpich, akhirnya mengungkap tampilan SARS-CoV-2 dalam format kamera 3D.
Tampilan ini merupakan yang pertama kalinya di dunia sehingga bisa disaksikan semua orang. Virus korona ini sangat kecil dan tak kasat mata. Sangat sulit bisa menangkap visualisasi virus ini dengan cara konvensional.
Profesor Li Sai dari Tsinghua University awalnya melakukan pemindaian SARS-CoV-2 yang membeku dari sampel dengan cryo-electron tomography (cryo-ET). Teknologi ini dapat menangkap gambar virus dengan resolusi yang buruk sehingga para peneliti berusaha mendapatkan tampilan terbaik dari protein virus.
Berdasarkan pindaian tersebut, tim nanograpichs mengubahnya dalam format 3D. Sementara tim KAUST menggunakan teknik khusus untuk menunjukkan bentuk virus mendekati sebenarnya.
Dengan identifikasi beberapa bagian dari virus corona dan memberi warna, para peneliti bisa mendapatkan wujud asli dari virus korona secara detail untuk pertama kalinya.
Terlibat dalam pengambilan gambar virus corona dalam format 3D merupakan pencapaian kecil bagi tim Li Sai. Tujuan utama pengambilan gambar ini untuk mengungkap keseluruhan molekul virus korona.
Tampilan ini diharapkan dapat membantu ilmuwan untuk mengerti virus tersebut secara signifikan. Sehingga para ilmuwan dapat membuat vaksin Covd-19 yang lebih efektif, dikutip dari CGTN.
Laporan: Josephine Widya
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya