Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ledakan Di Ukraina (Aljazeera)
Dream - Rusia terus melancarkan serangan ke kawasan Ukraina sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan dimulainya operasi militer khusus. pada Kamis, 24 Februari 2022 dini hari waktu setempat. Sejumlah roket ditembakkan ke kota-kota Ukraina, khusus Kyiv.
Di Kyiv, pejabat setempat menyatakan pasukan Ukraina berhasil menembak pesawat musuh, yang kemudian menghantam bangunan pemukiman. Bangunan itu terbakar seketika, ujar Penasihan Menteri Dalam Negeri Ukraina, Anton Herashchenko.
Tidak diketahui apakah pesawat tersebut berawak atau nirawak. Herashchenko menulis pesan lewat Telegram, menyebutkan bangunan tempat tinggal 9 lantai telah terbakar.
Deretan ledakan terdengar jelas di Kyiv. Dering mesin pesawat tempur pun menggema.
Negara-negara Uni Eropa yang terus memantau situasi akhirnya mengambil keputusan tegas. Mereka sepakat menjatuhkan sanksi lebih keras kepada Rusia.
" Putin harus dan tetap gagal," demikian pernyataan para pemimpin UE.
Sanksi baru perlu dijatuhkan mengingat langkah Rusia telah melampaui batas. Bahkan para pemimpin UE menuding Putin sedang berupaya membawa kawasan semenanjung kembali ke era kekaisaran dan konfrontasi.
Para pemimpin blok itu pada prinsipnya setuju pada pertemuan darurat semalam untuk menjatuhkan sanksi ekonomi baru. Mereka bergabung dengan AS dan lainnya dalam mengambil langkah-langkah seperti membatasi akses Rusia ke teknologi.
UE akan membekukan aset Rusia di blok tersebut. Akses perbankan Rusia terhadap pasar keuangan Eropa juga diblokir.
" Ini adalah paket sanksi paling keras yang pernah kami terapkan," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell.
Sanksi tersebut ditargetkan mencakup sedikitnya 70 persen pasar perbankan Rusia. Termasuk perusaha-perusahan milik negara khususnya bidang pertahanan.
Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengumumkan sedikitnya 137 warga sipil dan militer tewas akibat serangan Rusia di hari pertama. Dia menyebut mereka sebagai pahlawan.
" Mereka membunuh rakyat dan membalikkan kota-kota yang damai jadi target militer. Ini salah besar dan tidak akan pernah dimaafkan," kata Zelensky, dikutip dari Aljazeera.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya