Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Meninjau Vaksinasi Di Ogan Komering Ilir
Dream - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan pemerintah daerah dan masing-masing forkopimda untuk mempercepat capaian vaksinasi penuh atau dua dosis serta booster. Ini mengingat varian Omicron yang masih mengancam Indonesia.
"Walaupun Jawa Bali masih tinggi tapi trennya menurun. Sementara di luar Jawa Bali trennya mulai naik dan kalau kita lihat angka kematian nasionalnya juga neningkat," ujar Sigit saat meninjau vaksinasi di Gelanggang Olahraga Kajang, Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Sigit mengatakan agar dampak lonjakan Covid-19 akibat varian Omicron di luar Jawa-Bali bisa ditekan, mau tidak mau masyarakat harus disiapkan. Beberapa caranya seperti meyakinkan masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin penuh agar mau mengambil booster atau dosis ketiga.
"Ini penting karena kita pernah mengalami laju varian Delta yang sangat tinggi dan dampaknya saat itu luar biasa, tingkat kematian saat itu tinggi," kata Sigit.
Saat ini, terang Sigit, angka kematian akibat Omicron memang masih rendah antara 2-3 persen. Meski begitu, kondisi ini tetap dapat menimbulkan gangguan pada kegiatan masyarakat dan risiko penularan tetap ada, khususnya bagi lansia yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Dia juga mengingatkan target minimal capaian vaksinasi dalam pekan ini telah ditetapkan sebanyak 90 persen dosis pertama dan 70 persen dosis kedua. Ini berlaku di semua daerah dengan capaian vaksinasi rendah.
"Ini menjadi sesuatu yang harus dan didorong untuk meyakinkan bahwa masyarakat kita memiliki kesiapan, imunitas sehingga bisa terhindar dari risiko yang pernah terjadi," kata Sigit.
Selain vaksinasi, Sigit kembali mengingatkan pengetatan protokol kesehatan (prokes). Salah satunya pemakaian masker khususnya di tempat-tempat kerumunan agar mencegah laju penularan Covid-19.
Bagi wilayah dengan positivity ratenya tinggi, dia mendorong agar pemerintah daerah memaksimalkan tempat isolasi terpusat (isoter) jika isolasi mandiri tidak memungkinkan dilakukan. Di isoter, kata Sigit, segala kebutuhan tersedia mulai dokter hingga obat-obatan yang lengkap.
"Pilihan-pilihan ini menjadi pilihan bagi seluruh wilayah melakukan strategi dalam rangka mencegah laju varian Omicron," papar Sigit.
Terakhir, ia pun mengharapkan jajaran forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota agar selalu kompak dan solid menghadapi Covid-19, khususnya varian Omicron.
"Kita harapkan terus kompak dan bersinergi meyakinkan semua wilayah siap dalam menghadapi varian Omicron," kata Sigit.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya