`Halal-Haram` Transfusi Darah, MUI Tak Mau Gegabah

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 29 Juli 2015 07:31
`Halal-Haram` Transfusi Darah, MUI Tak Mau Gegabah
MUI tengah melakukan pembahasan terkait hukum transfusi darah. Penyebabnya, banyak umat Islam merasa khawatir darah yang disalurkan berasal dari pendonor yang kurang sehat.

Dream - Hukum transfusi darah tengah menjadi polemik di sebagian kalangan umat Islam. Ini lantaran penyumbang darah acapkali tidak diketahui riwayat kesehatannya termasuk makanan apa yang dikonsumsi pendonor darah.

Terkait persoalan ini, Staf Sosialisasi dan Konsultasi Sertifikasi Halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yuni Harina membenarkan polemik tersebut. Menurut dia, lantaran polemik ini banyak umat Islam terdorong untuk memastikan segala sesuatu yang masuk ke tubuhnya adalah halal.

" Soalnya, selama ini proses donor darah sering hanya sebatas pengecekan golongan darah, kadar hemoglobin, dan tensi saja," ujar Yuni saat ditemui Dream.co.id di kantornya, Jakarta Pusat. 

Meski demikian, Yuni mengatakan pihaknya tidak mau gegabah mengeluarkan fatwa terkait hukum transfusi darah. Menurut dia, persoalan transfusi darah perlu dikaji lebih mendalam mulai dari informasi di lapangan hingga pembahasan seluruh tokoh MUI.

" Diskusi mengenai proses transfusi darah tersebut sudah terjadi di MUI, namun belum ada pembahasan lanjut, makanya, jawaban fatwa agak lama," ungkap Yuni.

Lebih lanjut, Yuni menjelaskan keberadaan fatwa jika nantinya sudah keluar bukan untuk mencerminkan hal-hal tabu dalam Islam. Menurut dia, MUI hanya membantu masyarakat Muslim di Indonesia mendapatkan jaminan kehalalan dari proses transfusi darah.

" Setidaknya si pendonor punya form riwayat penyakit yang pernah dialaminya," terang Yuni. (Ism)

 

Beri Komentar