Terkuak, Sosok yang Bikin Citra Kim Jong Un jadi `Orang Bijak`

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 10 Oktober 2017 17:02
Terkuak, Sosok yang Bikin Citra Kim Jong Un jadi `Orang Bijak`
Dialah wanita yang bisa membuat Kim Jong-un mau berkunjung ke panti jompo, TK, bahkan bertemu dengan bintang NBA, Dennis Rodman

Dream - Akhir pekan lalu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menunjuk adiknya, Kim Yo Jong menjadi anggota Politbiro Partai Pekerja yang merupakan partai penguasa negara itu. Penunjukkan ini dinilai tidak biasa, mengingat Jong Un tidak mudah percaya dengan orang lain, termasuk keluarganya sendiri.

Yong Jo menggantikan sang bibi, Kim Kyong Hui di jajaran kepengurusan pusat partai. Posisi tersebut memungkinkan Yong Jo untuk mengambil keputusan-keputusan penting.

Dikutip dari The Guardian, Yong Jo tidak pernah terlihat di hadapan publik. Baru pada 2010, dia tertangkap kamera menghadiri konferensi Partai Pekerja Korea.

Di tahun berikutnya, dia kerap terlihat dalam rombongan sang ayah, Kim Jong Il. Dan pada Desember 2011, dia juga terlihat berdiri di samping kakaknya, Jong Un, saat prosesi pemakaman sang ayah.

Karier politik Yo Jong baru tampak ketika dia mendampingi Jong Un saat pemilihan raya pada Maret 2014. Banyak yang percaya Yo Jonglah yang memegang kendali pemerintahan sementara ketika sang kakak tengah berhalangan karena alasan kesehatan yang tidak bisa dipastikan.

Sebelum diangkat menjadi anggota Politbiro, Yo Jong ternyata punya peran besar bagi Jong Un. Dia adalah sosok yang merancang strategi pencitraan Jong Un.

Menduduki posisi di departemen propaganda dan agitasi partai di akhir 2014, Yo Jong menggunakan sepenuhnya kesempatan itu untuk menciptakan citra yang mengkultuskan sang kakak.

Agar dikenal sebagai pemimpin yang bijak, Yo Jong memaksa Jong Un berkunjung ke Taman Kanak-kanak (TK), taman, rumah jompo dan panti sosial.

Bahkan, mungkin tidak akan ada pemberitaan Jong Un bisa menjalin pertemanan dengan mantan bintang NBA Dennis Rodman jika tidak ada peran Yo Jong. Sang adik lah yang mempertemukan keduanya.

Tetapi, sejumlah pengamat menilai langkah yang dijalankan Yo Jong tampaknya sangat hati-hati. Ini mengingat sifat Jong Un yang sangat beringas dan tega menghabisi keluarganya sendiri hanya karena berbeda pendapat.

Selain itu, banyak juga yang menyebut tampaknya Jong Un memilih Yo Jong sebagai penggantinya. Indikasi ini terlihat dari keputusan Jong Un menempatkan adik kandungnya itu di jajaran politbiro, yang merupakan badan pengambil keputusan tertinggi di Korut.

Kekuasaan politbiro jauh lebih kuat daripada Jong Un sendiri sebagai pemimpin. Bahkan, Jong Un bisa diganti jika politbiro menghendakinya.(Sah)

Beri Komentar