Spekulan Tanah Mulai Menjamur di Lahan Ibu Kota Negara Baru

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 28 Januari 2022 18:00
Spekulan Tanah Mulai Menjamur di Lahan Ibu Kota Negara Baru
Untuk mengantisipasinya, Pemerintah tengah menyiapkan PP khusus.

Dream - Spekulan tanah mulai bermunculan di sekitar lahan Ibu Kota Negara Baru. Padahal, proses pembangunan IKN Baru sendiri belum dimulai.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Wandy Tuturoong, menyatakan mulai menjamurnya spekulan tanah memang kerap terjadi setiap kali ada potensi masuknya investasi. Meski begitu, Pemerintah tidak akan menggangap remeh.

" Menurut saya wajar-wajar saja (spekulan tanah) tapi Pemerintah tidak ingin anggap enteng," ujar Wandy.

Untuk mengantisipasi praktik merugikan spekulan tanah, Pemerintah tengah menyiapkan peraturan tentang status pertanahan di kawasan IKN. PP ini dapat memperjelas status kepemilikan tanah berdasarkan data ATR/BPN.

" Dengan PP itu nantinya masalah klaim-klaim tanah bisa diselesaikan tanpa ada sengketa," kata Wandy.

 

1 dari 1 halaman

Sementara, dia menegaskan Pemerintah telah mengatur keberadaan lahan konsesi di atas wilayah total IKN. Tercatat ada 162 konsesi yang terdiri dari tambah, kehutanan, perkebunan sawit, dan PLTU batu bara.

" Intinya Pemerintah sudah menyiapkan semua aturan terkait penggunaan lahan IKN, sehingga nantinya saat realisasi pembangunan IKN sudah tidak terjadi lagin polemik," kata dia.

Spekulan tanah mulai muncul di IKN, terutama usai Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi pemindahan Ibu Kota Negara. Fenomena ini menyebabkan harta tanah di Kalimantan Timur mengalami kenaikan sangat tinggi, bahkan mencapai 10 kali lipat.

Sementara, lahan yang ditetapkan Pemerintah untuk pembangunan IKN sendiri mencapai 256,1 ribu hektare. Ini lebih besar dari rencana sebelumnya seluas 200 ribu hektare, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar