Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Kota Nusantara
Dream - Spekulan tanah mulai bermunculan di sekitar lahan Ibu Kota Negara Baru. Padahal, proses pembangunan IKN Baru sendiri belum dimulai.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Wandy Tuturoong, menyatakan mulai menjamurnya spekulan tanah memang kerap terjadi setiap kali ada potensi masuknya investasi. Meski begitu, Pemerintah tidak akan menggangap remeh.
" Menurut saya wajar-wajar saja (spekulan tanah) tapi Pemerintah tidak ingin anggap enteng," ujar Wandy.
Untuk mengantisipasi praktik merugikan spekulan tanah, Pemerintah tengah menyiapkan peraturan tentang status pertanahan di kawasan IKN. PP ini dapat memperjelas status kepemilikan tanah berdasarkan data ATR/BPN.
" Dengan PP itu nantinya masalah klaim-klaim tanah bisa diselesaikan tanpa ada sengketa," kata Wandy.
Sementara, dia menegaskan Pemerintah telah mengatur keberadaan lahan konsesi di atas wilayah total IKN. Tercatat ada 162 konsesi yang terdiri dari tambah, kehutanan, perkebunan sawit, dan PLTU batu bara.
" Intinya Pemerintah sudah menyiapkan semua aturan terkait penggunaan lahan IKN, sehingga nantinya saat realisasi pembangunan IKN sudah tidak terjadi lagin polemik," kata dia.
Spekulan tanah mulai muncul di IKN, terutama usai Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi pemindahan Ibu Kota Negara. Fenomena ini menyebabkan harta tanah di Kalimantan Timur mengalami kenaikan sangat tinggi, bahkan mencapai 10 kali lipat.
Sementara, lahan yang ditetapkan Pemerintah untuk pembangunan IKN sendiri mencapai 256,1 ribu hektare. Ini lebih besar dari rencana sebelumnya seluas 200 ribu hektare, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya