Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, capaian pengumpulan zakat nasional menunjukkan tren meningkat. Meski begitu, dia menilai realisasi penghimpunan zakat belum sesuai dengan potensi yang ada, yaitu mencapai Rp217 triliun.
" Realisasi penghimpunan zakat nasional masih sangat jauh dari potensinya," ujar Bambang dalam Rakornas Zakat 2019 di Surakarta, Jawa Tengah.
Bambang menjelaskan, persentase realisasi penghimpunan terhadap potensi zakat 2016 mencapai 2,3 persen, meningkat menjadi 2,8 persen pada 2017, dan 3,7 persen pada 2018.
Sementara penyaluran zakat pada 2016 dan 2017 masih di bawah 80 persen. Rinciannya yaitu 58,4 persen pada 2016 dan 78,81 persen pada 2017.
" Diperlukan kerja keras kita semua untuk meyakinkan para muzakki membayarkan zakatnya secara tertib dan rutin kepada organisasi pengelola zakat yang resmi, sehingga dapat diakumulasi dalam data penghimpunan zakat nasional," kata Bambang.
Selanjutnya, Bambang berharap penyaluran zakat pada 2019 bisa mencapai 80 persen. Untuk mencapai target tersebut, kata dia, ada sejumlah strategi yang perlu dijalankan.
Strategi pertama yaitu mendorong hadirnya regulasi dan kebijakan yang mendukung perbaikan tata kelola zakat nasional. Salah satunya revisi Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Tata Kelola Zakat Nasional.
Kedua, memanfaatkan teknologi untuk mobilisasi dan penyaluran serta rekening untuk menampung dana zakat nasabah perbankan. Dengan begitu, penghasilan nasabah yang sudah mencapai nishab dapat disisihkan secara otomatis.
Ketiga, mendorong pemanfaatan zakat untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan. Dana zakat disalurkan pada kegiatan yang memiliki korelasi terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan hidup.
Strategi keempat yaitu membangun data base zakat nasional yang terintegrasi. Sehingga antara muzakki, mustahik, pengelola zakat (amil), jumlah zakat terkumpul dan jumlah mustahik yang terbantu maupun mustahik yang naik status menjadi muzakki dapar terpantau.
Sedangkan ke lima yaitu pemanfaatan zakat untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariat. Sebagai komponen terpenting dalam perekonomian syariah, zakat harus terintegrasi dengan pengembangan keuangan.
Laporan: Tri Yuniwati Lestari
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam