Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, membantah tudingan telah mendalangi kematian istrinya. Dia juga mengaku tak pernah menransfer uang Rp 140 juta kepada barista Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputra, untuk menaruh racun ke dalam kopi yang diminum Mirna.
" Semua akun saya diambil dan diperiksa, tidak ada apa-apa," kata Arief, usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 28 Juli 2016.
Menurut Arief, isu aliran dana kepada Rangga muncul karena ada orang yang berniat jahat kepada Kafe Olivier. Dia menyebut orang ini kemungkinan hendak memeras Kafe Olivier dengan seolah-olah hendak mengonfirmasi isu adanya transfer uang Rp 140 juta dari Arif kepada Rangga.
" Saya rasa itu hanya ingin memeras kepada pihak Olivier," ucap Arief.
Dia memastikan, tidak ada orang terdekatnya yang berniat membunuh Mirna. " Tidak ada. Polisi sudah profesional," ujar dia.
© Dream
Dalam persidangan kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso pada Rabu, 27 Juli 2016, Rangga mengatakan pernah didatangi orang yang mengaku sebagai polisi. Orang itu menuduh Rangga menerima uang sebesar Rp 140 juta dari Arief untuk membunuh Mirna.
" Saya didatangi orang yang mengaku polisi. Dia menuduh saya telah menerima transfer uang sebesar Rp140 juta untuk membunuh Mirna. Uang itu katanya dari Arief," kata Rangga.
Rangga yang mengaku tak pernah menerima uang itu, merasa keberatan. Dia telah melaporkan kasus itu kepada Jatanras Polda Metro Jaya.
Koordinator JPU Ardito Muardi mengatakan perkara Rangga tersebut telah selesai. " Rangga telah mengatakan itu tidak benar. Dia bercerita, setelah didatangi orang yang menuduh itu, dia print out rekening dan tidak ada. Itu diceritakan di depan psikolog," kata Ardito.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan orang yang saat itu yang mendatangi Rangga bukanlah polisi. Belakangan diketahui orang tersebut berprofesi sebagai wartawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya