Dituding Jadi Otak Pembunuh Istri, Ini Kata Suami Mirna

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 29 Juli 2016 06:20
Dituding Jadi Otak Pembunuh Istri, Ini Kata Suami Mirna
Menurut Arief, munculnya orang yang menyebut Rangga menerima uang Rp140 juta memiliki niat buruk kepada Kafe Olivier.

Dream - Suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, membantah tudingan telah mendalangi kematian istrinya. Dia juga mengaku tak pernah menransfer uang Rp 140 juta kepada barista Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputra, untuk menaruh racun ke dalam kopi yang diminum Mirna.

" Semua akun saya diambil dan diperiksa, tidak ada apa-apa," kata Arief, usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 28 Juli 2016.

Menurut Arief, isu aliran dana kepada Rangga muncul karena ada orang yang berniat jahat kepada Kafe Olivier. Dia menyebut orang ini kemungkinan hendak memeras Kafe Olivier dengan seolah-olah hendak mengonfirmasi isu adanya transfer uang Rp 140 juta dari Arif kepada Rangga.

" Saya rasa itu hanya ingin memeras kepada pihak Olivier," ucap Arief.

Dia memastikan, tidak ada orang terdekatnya yang berniat membunuh Mirna. " Tidak ada. Polisi sudah profesional," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Kata Rangga Soal Uang Rp 140 Juta

Dalam persidangan kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso pada Rabu, 27 Juli 2016, Rangga mengatakan pernah didatangi orang yang mengaku sebagai polisi. Orang itu menuduh Rangga menerima uang sebesar Rp 140 juta dari Arief untuk membunuh Mirna.

" Saya didatangi orang yang mengaku polisi. Dia menuduh saya telah menerima transfer uang sebesar Rp140 juta untuk membunuh Mirna. Uang itu katanya dari Arief," kata Rangga.

Rangga yang mengaku tak pernah menerima uang itu, merasa keberatan. Dia telah melaporkan kasus itu kepada Jatanras Polda Metro Jaya.

Koordinator JPU Ardito Muardi mengatakan perkara Rangga tersebut telah selesai. " Rangga telah mengatakan itu tidak benar. Dia bercerita, setelah didatangi orang yang menuduh itu, dia print out rekening dan tidak ada. Itu diceritakan di depan psikolog," kata Ardito.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan orang yang saat itu yang mendatangi Rangga bukanlah polisi. Belakangan diketahui orang tersebut berprofesi sebagai wartawan.

 

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya