Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilmuwan Rusia Anatoli Brouchkov
Dream - Seorang ilmuwan Rusia mengklaim merasa lebih kuat dan sehat setelah menyuntikkan bakteri 'kehidupan abadi' pada dirinya sendiri.
Ilmuwan bernama Anatoli Brouchkov itu rela menjadi kelinci percobaan untuk bakteri yang diduga berusia 3,5 juta tahun.
Kepala Departemen Geocryology di Moscow State University itu memang sedang mencari kunci untuk awet muda. Selama ini, Anatoly telah menjadi kelinci percobaan manusia untuk beberapa bakteri yang mungkin bisa menjadi kunci yang memungkinkan manusia bisa berumur panjang.
Bakteri bernama Bacillus F yang disuntikkan Brouchkov sungguh luar biasa karena bisa tetap hidup dalam keadaan membeku selama jutaan tahun.
Para ilmuwan biasanya melakukan uji coba dengan tikus dan sel darah manusia. Tapi sepertinya itu tidak cukup bagi Brouchkov. Dia memutuskan untuk menyuntikkan bakteri tersebut terhadap dirinya.
"Saya bisa bekerja lebih lama, saya tidak pernah punya flu selama dua tahun terakhir," katanya. "Setelah percobaan sukses pada tikus dan lalat buah, saya pikir akan menarik untuk mencobanya sendiri," katanya kepada The Siberian Times.
Dia tidak berpikir akan bahayanya karena jejak bakteri tersebut sebenarnya sangat banyak ditemui di perairan di wilayah Republik Sakha, bagian dari Federasi Rusia, yang dihuni oleh suku Yakut.
"Setelah lapisan es mencair, saya kira bakteri yang ada di dalamnya masuk ke lingkungan, ke dalam air, sehingga penduduk setempat, orang-orang Yakut, untuk waktu yang lama mengkonsumsi bakteri ini bersama dengan air. Mereka tampaknya hidup lebih lama dari beberapa negara lain. Jadi tidak ada bahaya bagi saya."
Meski bukan percobaan ilmiah yang tepat, tapi Brouchkov mengatakan bahwa bakteri Bacillus F memiliki efek positif pada dirinya.
"Ini tidak mewakili percobaan secara ilmiah, jadi saya tidak bisa menggambarkan efek tersebut secara profesional. Tapi cukup jelas bagi saya bahwa saya tidak pernah flu selama dua tahun. Mungkin ada beberapa efek samping, tetapi harus ada beberapa peralatan medis khusus untuk menemukannya. Tentu saja, percobaan tersebut perlu dilakukan di klinik, dengan peralatan khusus dan statistik. Kemudian kita bisa mengatakan dengan jelas tentang semua efek dari bakteri ini."
Jika bakteri tersebut benar-benar bekerja dan para ilmuwan dapat meningkatkan kekuatannya, kemungkinan akan membuat seseorang menjadi sangat kaya.
Brouchkov mengatakan bahwa dia dan timnya masih melakukan percobaan pada bakteri Bacillus F. "Kami harus mengetahui bagaimana bakteri ini mencegah penuaan. Saya pikir itulah yang harus dikembangkan. Kami harus mencari tahu apa yang membuatnya tetapi hidup dan bagaimana memanfaatkan itu untuk keuntungan kita sendiri."
Bakteri Bacillus F juga dapat menjadi kunci bagi kesuburan karena dalam percobaan terhadap tikus betina tua, binatang ini bisa mereproduksi lagi setelah dinyatakan mandul. Selain itu, bakteri ini juga bisa menyembuhkan tanaman yang sakit.
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
