Suntik Bakteri Hidup Abadi, Ilmuwan Rusia Merasa Lebih Kuat

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 4 Oktober 2015 15:04
Suntik Bakteri Hidup Abadi, Ilmuwan Rusia Merasa Lebih Kuat
Bakteri yang disuntukannya termasuk langka dan masih hidup meski membeku jutaan tahun.

Dream - Seorang ilmuwan Rusia mengklaim merasa lebih kuat dan sehat setelah menyuntikkan bakteri 'kehidupan abadi' pada dirinya sendiri.

Ilmuwan bernama Anatoli Brouchkov itu rela menjadi kelinci percobaan untuk bakteri yang diduga berusia 3,5 juta tahun.

Kepala Departemen Geocryology di Moscow State University itu memang sedang mencari kunci untuk awet muda. Selama ini, Anatoly telah menjadi kelinci percobaan manusia untuk beberapa bakteri yang mungkin bisa menjadi kunci yang memungkinkan manusia bisa berumur panjang.

Bakteri bernama Bacillus F yang disuntikkan Brouchkov sungguh luar biasa karena bisa tetap hidup dalam keadaan membeku selama jutaan tahun.

Para ilmuwan biasanya melakukan uji coba dengan tikus dan sel darah manusia. Tapi sepertinya itu tidak cukup bagi Brouchkov. Dia memutuskan untuk menyuntikkan bakteri tersebut terhadap dirinya.

" Saya bisa bekerja lebih lama, saya tidak pernah punya flu selama dua tahun terakhir," katanya. " Setelah percobaan sukses pada tikus dan lalat buah, saya pikir akan menarik untuk mencobanya sendiri," katanya kepada The Siberian Times.

Dia tidak berpikir akan bahayanya karena jejak bakteri tersebut sebenarnya sangat banyak ditemui di perairan di wilayah Republik Sakha, bagian dari Federasi Rusia, yang dihuni oleh suku Yakut.

" Setelah lapisan es mencair, saya kira bakteri yang ada di dalamnya masuk ke lingkungan, ke dalam air, sehingga penduduk setempat, orang-orang Yakut, untuk waktu yang lama mengkonsumsi bakteri ini bersama dengan air. Mereka tampaknya hidup lebih lama dari beberapa negara lain. Jadi tidak ada bahaya bagi saya."

Meski bukan percobaan ilmiah yang tepat, tapi Brouchkov mengatakan bahwa bakteri Bacillus F memiliki efek positif pada dirinya.

" Ini tidak mewakili percobaan secara ilmiah, jadi saya tidak bisa menggambarkan efek tersebut secara profesional. Tapi cukup jelas bagi saya bahwa saya tidak pernah flu selama dua tahun. Mungkin ada beberapa efek samping, tetapi harus ada beberapa peralatan medis khusus untuk menemukannya. Tentu saja, percobaan tersebut perlu dilakukan di klinik, dengan peralatan khusus dan statistik. Kemudian kita bisa mengatakan dengan jelas tentang semua efek dari bakteri ini."

Jika bakteri tersebut benar-benar bekerja dan para ilmuwan dapat meningkatkan kekuatannya, kemungkinan akan membuat seseorang menjadi sangat kaya.

Brouchkov mengatakan bahwa dia dan timnya masih melakukan percobaan pada bakteri Bacillus F. " Kami harus mengetahui bagaimana bakteri ini mencegah penuaan. Saya pikir itulah yang harus dikembangkan. Kami harus mencari tahu apa yang membuatnya tetapi hidup dan bagaimana memanfaatkan itu untuk keuntungan kita sendiri."

Bakteri Bacillus F juga dapat menjadi kunci bagi kesuburan karena dalam percobaan terhadap tikus betina tua, binatang ini bisa mereproduksi lagi setelah dinyatakan mandul. Selain itu, bakteri ini juga bisa menyembuhkan tanaman yang sakit.

 

Beri Komentar
Ayu Tingting, Kisah Masa Kecil dan Resiko Jadi Populer