Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Umat beragama di Indonesia diklaim memiliki tingkat keshalihan sosial tinggi. Hal ini berdasarkan hasil Indeks Keshalihan Sosial (IKS) 2021 yang diluncurkan Balitbang-Diklat Kemenag.
" Survei ini berhasil memotret secara kuantitatif implementasi ibadah yang ada dalam agama-agama baik yang bersifat individual dan sosial," ujar Kepala Balitbang-Diklat Kemenag, Achmad Gunaryo, dikutip dari Kemenag.
IKS 2021 menyatakan tingkat keshalihan sosial secara nasional masuk kategori sangat baik. Skor yang muncul yaitu 83,92.
Menurut Gunaryo, keshalihan sosial masyarakat Indonesia selama ini sebenarnya sudah tinggi. Meski demikian, kecenderungan tersebut masih dapat ditingkatkan.
" Hasil survei ini menjadi informasi penting bagi Pemerintah dan organisasi keagamaan tentang potret keshalihan sosial masyarakat serta bagaimana upaya meningkatkannya," kata dia.
Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Kemenag, Adlin Sila, mengungkapkan, secara umum masyarakat menaruh perhatian pada keshalihan secara ritual. Padahal, agama berfungsi untuk menyempurnakan akhlak sehingga keshalihan sosial menjadi sesuatu yang penting dilakukan.
" Selama ini pengaruh agama belum signifikan dalam kemanusiaan, lingkungan, dan pemerintahan yang bersih," kata Adlin.
Ketua Tim Survei IKS, Abdul Jamil Wahab, menjelaskan survei ini disusun menggunakan beberapa variabel. Mulai dari habitus (kebiasaan), pengamalan ritual agama, pengetahuan agama, dan program Kemenag.
Tujuan dari survei ini untuk mengukur sejauh mana tingkat keseimbangan antara ritual yang bersifat individu dengan sosial di antara umat beragama. Ini untuk membuktikan klaim yang selama ini menyatakan masyarakat Indonesia memiliki tingkat keshalihan sosial yang tinggi.
" Ini coba dibuktikan melalui riset atau survei sehingga diketahui bagaimana realitasnya. Jika ritual tinggi tapi sosial rendah, berarti keberagamaan belum kontributif bagi pembangunan nasional," kata Jamil.
Meski demikian, Jamil menyatakan IKS 2021 ini baru mengukut tingkat keshalihan sosial umat dari enam agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kongucu. Ke depan, dia berharap survei dapat dijalankan untuk umat agama lain di Indonesia, termasuk Penghayat Kepercayaan.
" Selama ini, ada asumsi bahwa mereka memiliki kesalehan sosial tinggi, utamanya pada dimensi kepedulian yang tinggi dalam isu lingkungan dan budi pekerti. Hal ini perlu dibuktikan dalam survei sehingga bisa jadi best practices bagi yang lain," kata Jamil.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya