Wacana Pembubaran Tak Rasional, Wapres Unjuk Bukti MUI Antiterorisme

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 24 November 2021 17:01
Wacana Pembubaran Tak Rasional, Wapres Unjuk Bukti MUI Antiterorisme
Kiai Ma'ruf Amin menilai wacana MUI dibubarkan tidak rasional.

Dream - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin turut buka suara soal munculnya wacana pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) usai penangkapan Densus 88 terhadap oknum Komisi Fatwa. Ma'ruf menegaskan jika terdapat penyusup terduga teroris bisa terjadi di institusi mana saja dan bukan hanya di tubuh MUI.

" Jangan karena satu orang, namanya penyusupan di mana-mana ada penyusupan itu. Jadi bukan rumahnya yang dibakar tapi tikusnya itulah," ujar Kiai Ma'ruf, dikutip dari laman Wapresri.go.id.

Kiai Ma'ruf sepakat dengan pendapat para tokoh yang menyatakan pembubaran MUI tidak rasional. Pendapat tersebut muncul dari sejumlah kelompok yang memang menginginkan MUI bubar.

" Seperti banyak jawaban yang diberikan oleh para tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pimpinan negara, tuntutan itu memang sangat tidak rasional. Saya sependapat itu, dengan pendapat para tokoh itu," kata dia.

Kiai Ma'ruf juga menyatakan MUI punya komitmen kuat dalam pemberantasan terorisme. Salah satunya ditunjukkan dengan fatwa haram terorisme hingga inisiasi pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

" Dalam kaitan dengan soal terorisme, saya kira MUI pagi-pagi sudah membuat fatwa tentang terorisme sebagai tindakan yang haram dan tidak termasuk jihad. Fatwa inilah kemudian yang dijadikan sebagai rujukan, referensi dari berbagai upaya penanggulangan dan pemberantasan terorisme," kata dia.

1 dari 5 halaman

Langkah Nyata MUI

Tidak sekadar menerbitkan fatwa, bahkan MUI sampau membentuk Lembaga Penanggulangan Terorisme. Lembaga ini muncul di saat penanggulangan terorisme masih menjadi satu desk dengan Menkopolhukam.

" TPT ini bersama dengan desk terorisme itu terus melakukan upaya-upaya sosialisasi dalam rangka menangkal terorisme, menangkal radikalisme, bahkan MUI bersama dengan ormas-ormas Islam lainnya, bersama dengan Pemerintah dalam hal ini Menko Polhukam, menginisiasi lahirnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme," kata dia.

Lebih lanjut, Kiai Ma'ruf mendukung dilakukan upaya hukum terhadap siapapun yang terlibat tindak kejahatan. Khususnya bagi pelaku terorisme maupun pihak yang memiliki kaitan.

" MUI mendukung supaya penanggulangan atau penindakan terhadap mereka yang terlibat terorisme, siapapun dia, walaupun itu misalnya anggota pengurus MUI, kalau dia teroris ya harus (dihukum)," ucap dia.

© Dream
2 dari 5 halaman

Riuh Desakan Pembubaran MUI, Mahfud MD: Itu Berlebihan

Dream - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menilai desakan netizen untuk membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai aksi reaktif dan berlebihan. Desakan itu muncul paska penangkapan salah satu anggota MUI yang diduga menjadi anggota jaringan teroris.

" Ada yang menuding bahwa MUI itu menjadi tempat persemaian terorisme sehingga harus dibubarkan. Ya nggaklah, itu berlebihan," ujar Mahfud dalam keterangannya disiarkan kanal Kemenko Polhukam.

Menurut Mahfud, aparat telah menelisik banyak tempat, tidak hanya MUI. Dia menyatakan orang yang terkait dengan terorisme terdapat di banyak tempat sehingga harus diatasi bersama.

" Kalau sampai membubarkan MUI itu berlebihan karena MUI itu merupakan wadah permusyawaratan antara ulama dan cendekiawan muslim," kata dia.

MUI sendiri menjadi wadah untuk membangun kehidupan secara lebih islami. Lewat MUI, para ulama dan cendekiawan muslim memberikan saran dan pendapat kepada Pemerintah sesuai NKRI yang berlandaskan Pancasila.

3 dari 5 halaman

MUI Punya Fungsi Melekat

Meski MUI bukan lembaga negara, Mahfud menerangkan terdapat sejumlah fungsi yang melekat dari organisasi tersebut. Fungsi tersebut menyebabkan MUI tidak bisa dibubarkan begitu saja.

" Ada Undang-undang Jaminan Produk Halal itu memerlukan MUI. Ada UU Perbankan Syariah itu juga menyebut harus ada MUInya," kata dia.

Karena itu, Mahfud mengajak semua pihak untuk bereaksi secara proporsional. Terlebih, MUI sudah bersikap terbuka.

" Kalau memang ada teroris di dalamnya ya, ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," kata dia.

© Dream
4 dari 5 halaman

Anggota Ditangkap Densus 88, MUI Lakukan Profiling Internal

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan untuk segera melakukan profiling internal kepada seluruh anggotanya. Langkah ini dijalankan usai tertangkapnya anggota MUI oleh Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan keterlibatan dengan organisasi teroris.

" Ke depannya bagi kami di MUI, salah satu yang akan kita lakukan adalah sebagai bentuk penjagaan dan upaya pembersihan di internal adalah profilling itu sendiri," ujar Pengurus Harian Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI, Muhammad Makmun Rasyid.

Makmun mengatakan penangkapan anggota oleh Densus 88 sebagai bentuk introspeksi MUI. Sehingga, MUI merasa perlu melakukan profiling saat perekrutan anggota.

MUI, kata Makmun, menjadi wadah berkumpulnya para sosok dari berbagai organisasi massa Islam. MUI juga pernah mengakomodir sosok dari kelompok yang dinyatakan terlarang oleh Pemerintah.

 

5 dari 5 halaman

Sehingga, MUI tidak dapat memastikan latar belakang anggotanya secara detail. Bahkan sampai tidak mengetahui anggotanya terlibat organisasi teroris.

" MUI ketika memastikan nama yang bersangkutan sebagai anggota Komisi Fatwa MUI, kita tidak mengetahuinya," kata dia.

Menurut Makmun, terungkapnya sosok yang terlibat terorisme telah melalui proses yang panjang. Densus sendiri telah melakukan penyidikan mendalam.

" Di dalam proses pemantauan oleh Densus 88 ini bukan pekerjaan yang terhitung cepat. Artinya ada proses yang berkelanjutan hingga transformasi dari JI itu, tertangkapnya Parawijayanto, kemudian hingga ditangkapnya salah satu anggota MUI pusat," ucap Makmun, dikutip dari Merdeka.com.

© Dream
Beri Komentar