Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang wartawan Perancis dilaporkan menyusup ke sel jaringan teroris di Prancis untuk membuat film dokumenter.
Wartawan dengan nama samaran Said Ramzi itu mencatat dan merekam semua aktivitas anggota ISIS, untuk memahami proses berpikir para pemuda yang 'ditipu' melakukan aksi kekerasan.
Ramzi merekam film dokumenter itu selama enam bulan menggunakan kamera tersembunyi.
Untuk masuk ke sel jaringan teroris, Ramzi pertama-tama menjalin komunikasi dengan seorang pengkhotbah di Facebook.
Setelah itu dia diperkenalkan kepada 'Emir' yang membawahi lebih dari 10 laki-laki muda di kota Chateauroux, Prancis.
" Tujuan saya adalah untuk memahami apa yang terjadi di dalam pikiran mereka," katanya kepada AFP dikutip ibtimes.co.in.
Ramzi mengatakan, salah satu hal utama yang dia tahu selama bergaul di dalam jaringan tersebut adalah, dia tidak pernah melihat hal-hal yang berkaitan dengan Islam.
Di dalam 'jihad' mereka tidak ada keinginan untuk memperbaiki dunia.
" Hanya ada kebingungan, frustrasi, bunuh diri, dengan pikiran yang mudah dimanipulasi. Nasib mereka sungguh malang karena lahir di era ISIS. Hal ini sangat menyedihkan. Mereka adalah anak-anak yang mencari sesuatu dan itulah apa yang mereka temukan," katanya.
" Sementara itu sang Emir, Oussama, meyakinkan para pemuda bahwa malaikat menunggu mereka di surga setelah melakukan serangan bunuh diri," kata Ramzi.
Dia menambahkan Oussama kemudian mengadakan pertemuan dan berbicara tentang target pangkalan militer Prancis dan wartawan, seperti serangan terhadap kantor majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, Januari 2015.
Ramzi ketahuan ketika anggota ISIS memintanya untuk melakukan serangan di sebuah klub di Prancis. Salah satu dari mereka, Abu Suleiman dari Raqqa, meminta Ramzi untuk menemuinya di sebuah stasiun kereta api.
Tetapi Ramzi malah bertemu dengan seorang wanita berpakaian burqa sebagai gantinya. Wanita itu memberi surat yang berisi rencana serangan teror yang harus Ramzi jalankan.
Dia diminta untuk menargetkan klub malam, menembak 'sampai mati' dan meledakkan rompi sarat bahan peledak ketika pasukan keamanan tiba di tempat kejadian.
Namun, pasukan keamanan merusakkan rencana mereka, dan menangkap semua pelaku, kecuali satu yang lolos dan kemudian mengancam Ramzi.
" Itu adalah akhir penyamaran dan penyusupan saya," kata Ramzi. Film dokumenter itu renacananya akan ditampilkan di Perancis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya